Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Kasus Pemecatan Aparat Desa Botto, Lamdes Akhirnya memenangkan Kasusnya

Polewali Mandar - Kasus Perkara Pemecatan Aparat Desa di Botto akhirnya mencapai titik pengambilan Keputusan.(16/01) Sekedar diketahui...

Polewali Mandar - Kasus Perkara Pemecatan Aparat Desa di Botto akhirnya mencapai titik pengambilan Keputusan.(16/01)


Sekedar diketahui bahwa Lembaga Advokasi Masyarakat Desa (LAMDES), sebelumnya telah secara resmi melaporkan 4 Kepala Desa (Kades), ke pihak Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat, atas dugaan pemecatan secara sepihak terhadap aparaturnya, Jum’at, 19/07/19. dan salah satunya adalah Kasus yang ada di Desa Botto.

Kita berterima kasih pada semua lembaga yang telah turut membantu dalam proses pengawalan kasus ini, baik dari Ombudsman dan Camat Campalagian.

"Saya secara pribadi mengapresiasi atas kerja yang dilakukan oleh Ombudsman dan Camat Campalagian yang telah secara terbuka mengambila keputusan yang tepat, dan harapan kita kedepannya tidak ada lagi kepala Desa yang bersikap seperti Penguasa yang selalu menggunakan wewenangannya untuk hal yang bersifat kelompok tertentu" Tutur Januar selaku Juru bicara LAMDES saat dikonfirmasi melalui jaringan telpon.

Proses hukum yang berjalan memang cukup panjang untuk menyelesaikan polemik pemecatan aparat Desa secara sepihak, kita kurang lebih 3 Bulan proses penyelesainnya dan akhirnya Lamdes memenangakan Kasus ini dan Saudara Jawadil juga sudah mendapat surat permintaan untuk masuk berkantor kembali di Desa Botto.

"Kita sepenuhnya melakukan proses Advokasi dan pendampingan baik secara hukum maupun secara Psikologis, karena kami sadar bahwa ada beberapa pengaruh secara psikologis juga yang menekan pada saat prose ini berjalan. Namun kita percaya saja bahwa selama kita bersuara untuk kebaikan maka pasti akan kita menangkan, dan akhirnya Saudara Jawadil sudah bisa masuk berkantor kembali di Desa Botto" Ucap Suardi selaku Kuasa Hukum Kasus Aparat Desa Botto yang juga menjabat sebagai Sekjend LAMDES saat ini.

Sekedar tambahan juga bahwa Lamdes juga masih sementara menangani beberapa kasus yang masih menjadi polemik saat ini, ada kurang lebih 5 kasus yang masih kami pelajari saat ini. 

"Kita tak akan pernah berhenti untuk bergerak dan kita tidak boleh berpuas diri atas kondisi saat ini karena adalah langkah awal kita sebagai dasar untuk bergerak lebih baik lagi kedepannya terkait semua pelanggaran yang ada di Desa secara umum" Ucap Subaer yang selaku Anggota LAMDES yang juga turut mengawal kasus Desa Botto"