Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Kencangkan Ikat Pinggangmu, Ini Daftar biaya yang akan dinaikkan Pemerintah

Harga sejumlah barang dan jasa direncanakan akan meningkat pada 2020, mulai dari 3 kilogram LPG hingga tarif tol. Tetapi rencana untuk meni...

Harga sejumlah barang dan jasa direncanakan akan meningkat pada 2020, mulai dari 3 kilogram LPG hingga tarif tol. Tetapi rencana untuk meningkatkan biaya ini belum diketuk palu.


Meski begitu, pembaca indonesianpoint perlu mengetahui biaya apa yang cenderung mengalami kenaikan harga tahun ini, menyusul kenaikan tarif pajak cukai untuk produk tembakau (CHT) atau pajak cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35%.

Tahun ini juga berlaku untuk peningkatan kontribusi Kesehatan BPJS sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Asuransi Kesehatan yang ditandatangani oleh Jokowi pada tanggal 24 Oktober 2019.


Berikut ini adalah daftar kenaikan biaya yang direncanakan yang telah meningkat tahun ini.

1. LPG 3 kg
Pemerintah berencana untuk mencabut subsidi pada LPG 3 kilogram (kg). Subsidi tidak lagi diberikan kepada barang tetapi langsung kepada mereka yang berhak menerima.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa masyarakat yang kurang mampu masih menerima subsidi. Dia mengatakan, skema itu untuk mencegah kebocoran subsidi.

"Artinya, kita mengidentifikasi dulu subsidi tertutup yang memang berhak menerima tetapi tidak membatasi, mereka yang menerima masih menerimanya. Hanya terdaftar dan terdaftar sehingga bisa diidentifikasi untuk mencegah kebocoran," kata Arifin di Jakarta Selatan, Jumat (1). / 17/2020)).

Arifin mengatakan, mereka yang tidak bisa mendapat subsidi. Artinya, mereka membeli LPG 3 kg dengan harga normal tanpa bantuan.

Nantinya, harga jual 'gas melon' disesuaikan dengan harga pasar. Jika benar, perkiraan harganya bisa mencapai Rp 35.000 per tabung.

Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa rencana untuk mencabut subsidi 3 kg LPG belum diputuskan. Menurut Jokowi, keputusan untuk mencabut subsidi harus melalui rapat terbatas (ratas) terlebih dahulu.


"Belum, harus melewati rapat terbatas," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

2. Tarif Tol
Tarif untuk sejumlah jalan tol dipastikan akan naik pada 2020. Setidaknya ada sejumlah jalan tol yang tarifnya masih menunggu kenaikan.

Penyesuaian tarif didasarkan pada Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Dalam kedua peraturan tersebut, dinyatakan bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan inflasi.

Beberapa jalan tol yang tarifnya akan meningkat pada akhir 2019 adalah sebagai berikut:

1. Tol Dalam Kota Jakarta (JIUT)
2. Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa
3. Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa
4. Jalan Tol Surabaya-Gempol
Berikut ini adalah daftar tol yang dapat meningkatkan tarif pada tahun 2020:
5. Bagian I Tol Cinere-Jagorawi (SS Jagorawi-SS Raya Bogor)
6. Jalan tol Semarang-Solo ruas I (Semarang-Ungaran) dan ruas II (Ungaran-Bawen)
7. JORR W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan)
8. Tol Bogor Ring Road Bagian I dan IIa (Sentul Selatan-Kedung Badak)
9. SS Waru - Bandara Juanda
10. Prof. Ir. Sedyatmo
11. Jakarta-Cikampek

3. Tarif Parkir DKI
Biaya parkir di DKI Jakarta juga akan meningkat. Peningkatan ini akan mulai berlaku pada akhir 2019. Tetapi sampai awal 2020 belum ada berita lebih lanjut. Saat itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikatakan tidak ingin kenaikan tarif parkir ditunda.

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017, tarif parkir ditetapkan untuk mobil minimal Rp3 ribu / jam dan maksimum Rp12 ribu / jam, sedangkan untuk sepeda motor minimal Rp2 ribu / jam dan maksimal Rp6 ribu / jam.

Kemudian di lokasi parkir yang tarifnya naik dikelola oleh Departemen Perhubungan Jakarta. Sedangkan untuk lokasi parkir yang dikelola secara pribadi akan dibahas lebih lanjut. Sayangnya Pemerintah Provinsi belum menentukan berapa tarif parkir akan meningkat.

"Kami berusaha (menambah biaya parkir) sesegera mungkin," kata Kepala Dinas Perhubungan Jakarta (Kadishub) Syafrin Liputo di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

Syafrin bahkan mengatakan bahwa Anies tidak ingin menunda dan ingin biaya parkir segera dinaikkan "(Biaya parkir akan naik pada 2019). Jika 2020 sangat panjang. Gubernur tidak mau lama," tambah Syafrin dalam menjawab wartawan. pertanyaan.