Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Penyidik KPK di Kasus Harun Masiku Diduga Dicopot, Ada Apa?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menangkap Harun Masiku, seorang kandidat PDIP yang merupakan tersangka suap mantan komisioner KPU W...

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menangkap Harun Masiku, seorang kandidat PDIP yang merupakan tersangka suap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan.


KPK dan Pemerintah masih berpendapat bahwa Harun ada di luar negeri. Ketua KPK Firli Bahuri yakin Harun masih di luar negeri.

Dia mengaku telah menandatangani surat yang meminta bantuan kepada polisi untuk memburu Aaron. "Sampai hari ini para penyelidik terus mencari dan berusaha menangkap tersangka yang melarikan diri," kata Firli pada Jumat malam, 17 Januari 2020.

Kepala Hubungan Masyarakat dan Protokol Imigrasi Arvin Gumilang mengatakan Harun belum tercatat kembali ke negara itu. Demikian juga, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly bersikeras bahwa Harun masih di luar negeri. "Intinya belum di Indonesia," kata politisi PDI-P pada hari Kamis, 16 Januari 2020.

Majalah Tempo, edisi 18 Januari 2020 berjudul "Lizard So Crocodile", menemukan fakta bahwa Harun sudah ada di Indonesia pada 7 Januari 2020. Pergerakan Harun dicatat dalam kamera bandara.

Dia memang melakukan perjalanan ke Singapura pada 6 Januari 2020 menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 832 dan duduk di kursi 6K, yang berangkat pukul 11:30 dan tiba pukul 14.20 waktu Singapura.

Keesokan harinya, Harun tiba di Indonesia menggunakan Batik Air. Kedatangan Harun di Soekarno-Hatta juga direkam oleh kamera pengintai (CCTV), yang salinannya diperoleh oleh Tempo.

Mengenakan T-shirt lengan panjang biru gelap dan celana hitam dan sepatu olahraga, Aaron terlihat membawa tas seukuran laptop dan tas belanja. Beberapa belas menit kemudian, seorang pria berseragam mendekatinya. Belakangan Aaron menunggangi Silver Bird, Toyota Alphard.

Harun diduga menuju ke apartemen Thamrin Residence. Kedatangannya dibenarkan oleh seorang karyawan yang ditemui Tempo