Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Bertemu di Warung Kopi, Ini Pesan Prof. Rokhmin pada Deng Ical Untuk Makassar

Jakarta- Berkunjung ke Jakarta, Deng Ical menyempatkan diri untuk bertemu dengan Prof. Rokhmin Dahuri, MS, salah satu tokoh sentral revital...

Jakarta- Berkunjung ke Jakarta, Deng Ical menyempatkan diri untuk bertemu dengan Prof. Rokhmin Dahuri, MS, salah satu tokoh sentral revitalisai Anjungan Pantai Losari.


Prof. Rokhmin Dahuri merupakan menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong saat Bapak Ilham Arief Sirajuddin menjabat sebagai Walikota Makassar dan juga guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

Saat itu Kata Deng Ical, Atas dasar konsep mitigasi yang baik, rencana revitalisasi anjungan akhirnya terwujud, maka jadilah saat ini Pantai Losari sebagai Public Space, walaupun tetap ada kalangan yang belum sepaham dengan konsep ini.

Saat bertemu dengan beliau Kata Deng Ical, Prof. Rokhmin Dahuri menjelaskan tentang konsep Trilogi pengelolaan kawasan pesisir pantai dan pulau-pulau kecil, menurutnya Makassar kaya akan potensi maritim.

"Hubungan antara faktor ekonomi dengan pertumbuhan, faktor sosial dengan pemerataan dan dimensi lingkungan dengan kelestarian, mesti proporsional dengan ujung tombak saling bergantian tergantung lingkungan strategis aktual" Kata Prof Rokhmin Dahuri.

lanjut penjelasannya "Kadang ekonomi harus jadi tulang punggung, pada kondisi tertentu lingkungan mesti jadi prioritas, dilain waktu faktor sosial harus didahulukan disitulah peran pemerintah, Makassar harus bijak mengendalikan " ujar Prof. Rokhmin Dahuri.

Menurut Deng Ical pertemuan singkatnya dengan Prof.Rokhmin Dahuri hari ini disalah satu warung kopi di kawasan Dipenogoro, Jakarta, Senin, (17/2) sangat berarti.

"Singkat tapi berkesan, penjelasan Prof tentang hubungan antara pembangunan ekonomi, faktor lingkungan dan dimensi Sosial memberi saya pemahaman arti tentang peran penting pemerintah dalam mengelolah kawasan pesisir, ini ngonteks dengan Kota Makassar terimah kasih Prof" Ujar Deng Ical.