Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Marak Perundungan, Ratih Megasari Singkarru Menyarankan Social Service sebagai Sanksi

IndonesiaPoint.com - Beberapa pekan yang lalu, seorang siswa SMP kembali mendapat tindakan Bullying dari rekan siswa lainnya, tindakan terse...

IndonesiaPoint.com - Beberapa pekan yang lalu, seorang siswa SMP kembali mendapat tindakan Bullying dari rekan siswa lainnya, tindakan tersebut lantas menjadi sorotan publik karena dampak psikologi yang dapat terjadi.
Dok. Ratih Megasari Singkarru/Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem
Tanggapan terkait maraknya kasus Bullying ini juga menyita perhatian dari Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Ratih Megasari Singkarru yang menaruh rasa prihatin atas kasus Bullying yang makin marak terjadi.

"Saya sangat menyayangkan sekali terkait adanya tindak bullying yang terjadi kepada siswa SMP beberapa pekan lalu, tindakan bullying ini marak terjadi di kalangan SMP maupun SMA," ungkap Ratih saat diwawancara, Selasa (18/2/2020).

Selain prihatin, Anggota DPR RI Komisi X ini juga meminta pemerintah mulai memperhatikan dan memperketat hukuman kepada para pelaku bullying, sebab dampak yang dirasakan oleh korban bisa sangat fatal.

"Alangkah baiknya pemerintah mulai
memperhatikan dan memperketat hukuman-hukuman apa yang sepatutnya diberikan kepada pelaku bullying ini, meskipun dihukum, namun tetap harus berangkat dari aspek mendidik, jadi hukuman tersebut harus memiliki nilai edukasi," tuturnya.

Ratih Megasari Singkarru juga menuturkan, solusi untuk menghukum para pelaku Bullying ini juga bisa melalui Community Service atau layanan masyarakat, menurutnya hukuman seperti ini sudah sukses di beberapa negara.
Dok. Ratih Megasari Singkarru dalam sebuah kesempatan bersama Kak Seto/Pemerhati Anak
"Community service/layanan kepada masyarakat misalnya, para tersangka bullying ini dapat dipekerjakan dalam waktu yang ditentukan (100 jam dan di bagi perhari nya dalam sebulan misalnya) di tempat umum, seperti membersihkan sampah, mengecat trotoar, membersihkan taman, dan sebagainya," jelasnya.

"Bisa juga diberdayakan di tempat panti asuhan, tentunya hal tersebut perlu berkerjasama dengan dengan dinas-dinas setempat, sudah terbukti di beberapa negara lain, bahwa hukuman layanan masyarakat ini jauh lebih efisien," sambungnya.

Selama ini, Ratih Megasari Singkarru merasa menghukum para pelaku Bullying dengan hukuman berat bahkan sampai dipenjara tidak memberikan efek jera malah dapat merusak masa depan anak.

"Hukuman yang tadi saya jelaskan tentu saja dapat memberikan efek jera, namun tidak sampai merampas hak mereka untuk punya masa depan, kalau para pelaku Bullying selama ini dihukum dan dimasukkan penjara, masa depan pelaku yang juga anak-anak itu bisa hancur, sekolah manapun bakal sulit menerima mereka, nah keadaan bisa semakin memperparah keadaan," tutupnya.