Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Ratih Megasari Singkarru Mengutuk Tindakan Main Hakim Sendiri yang Tewaskan Pemuda Sulbar

IndonesiaPoint.com - Beberapa hari ini Jagad pemberitaan sosial media ramai membahas tentang penganiayaan salah seorang Supir Truk yang ditu...

IndonesiaPoint.com - Beberapa hari ini Jagad pemberitaan sosial media ramai membahas tentang penganiayaan salah seorang Supir Truk yang dituduh melakukan tabrak lari di Kabupaten Nabire, Papua.
Dok. Ratih Megasari Singkarru/Anggota DPR-RI Fraksi Partai Nasdem
Supir truk bernama Yus Yunus (25) tahun harus meregang nyawa usai dihakimi massa, lantaran dituduh melakukan tabrak lari, padahal dari kronologi kejadian, Yus Yunus justru hendak melaporkan terjadinya Laka Lantas.

Kejadian main hakim sendiri tersebut menyita banyak perhatian mulai dari masyarakat awam hingga sejumlah tokoh publik, salah satunya Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Ratih Megasari Singkarru.

Dalam kesempatan wawancara melalui What's app, Ratih mengungkapkan rasa berduka yang sedalamnya kepada seluruh keluarga korban yang berada di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ia juga mengutuk tindakan warga yang main hakim sendiri hingga membuat nyawa manusia tak bersalah harus hilang mengakibatkan luka mendalam tidak hanya bagi keluarga korban tapi juga seluruh masyarakat yang menyaksikan perbuatan keji itu.

"Pertama, tentu saya ucapkan turut berduka atas berpulangnya Yus Yunus di tanah rantau, Nabire, Papua dan saya sangat menyayangkan serta mengutuk tindakan warga yang main hakim sendiri tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu," ucap Ratih, Jumat (28/2/2020).

Selain mengutuk tindakan warga yang menyebabkan nyawa Yus Yunus melayang, Ratih Megasari Singkarru juga meminta kepada seluruh pihak terkait untuk ikut mendesak pihak Kepolisian agar menuntaskan kasus main hakim sendiri dan para pelakunya dapat dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Semoga ada langkah kongkrit baik dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Sulawesi Barat dan juga Papua agar mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut dan para pelaku bisa diberikan ganjaran atas perbuatan tidak manusiawinya tersebut," tegasnya.