Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Jaga Stok Darah Ditengah Wabah Corona, PMI Makassar Siapkan SOP Tambahan untuk Pendonor

INDONESIANPOINT.COM -- Makassar, Ketua PMI Kota Makassar Dr.Syamsu Rizal, M.Si (Deng Ical) menyampaikan kekhawatirannya terkait menurunnya ...

INDONESIANPOINT.COM -- Makassar, Ketua PMI Kota Makassar Dr.Syamsu Rizal, M.Si (Deng Ical) menyampaikan kekhawatirannya terkait menurunnya jumlah stok darah saat ini di PMI Kota Makassar.(26/03)


Hal tersebut imbas dari dampak larangan pemerintah berkumpul pada keramaian yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.
"Per hari ini, stok di PMI 1000 kantong, cukup untuk sepekan kedepan, tapi stok ini jauh lebih rendah dari stok biasanya sekitar 1200 kantong, sesuai dengan kapasitas freezer PMI, dalam 2-3 hari kedepan sudah mulai krisis" ujar Deng Ical.
Deng Ical berharap Instansi pemerintah maupun perusahaan yang masih bekerja untuk tetap menjadwalkan donor darah karena PMI Kota menggunakan SOP tambahan dalam melayani kebutuhan darah.
"Mohon untuk instansi dan perusahaan yang saat ini masih beroperasi untuk menjadwalkan kegiatan donor darah, Kami juga membantu pengadaan desinfektan, tambahan vitamin, hand sanitizer dan beberapa kebutuhan pencegahan lainnya" Kata Deng Ical.
Menurut Deng Ical pandemi corona saat ini bersamaan dengan epidemi demam berdarah sehingga beberapa hari ini stok darah banyak disuplai donor pengganti keluarga pasien.

Beberapa hari ini juga banyak donor pengganti atau keluarga, saat ini wabah corona bersamaan dengan demam berdarah, sehingga kebutuhan jenis darah trombosit sangat tinggi"

Lanjutnya, "Kami menghimbau terutama relawan donor darah untuk tetap mendonor sesuai jadwal, banyak sekali pasien yang berharap suplai darah pendonor, mohon bantuan kita semua untuk mengambil peran dan tetap peduli" Tutup Deng Ical.

Saat ini Markas PMI Makassar dan UTD dilengkapi bilik steril sehingga setiap pengunjung, relawan staff dan pengurus harus melewati (sterilizer room) untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tidak ada komentar