Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Kemendes Menegaskan Agar Dana Desa Diprioritaskan Untuk Redam Penyebaran Corona

INDONESIANPOINT.COM -- Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi (Kemendes) meminta semua pemerintah daerah untuk membantu menangani penyebar...

INDONESIANPOINT.COM -- Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi (Kemendes) meminta semua pemerintah daerah untuk membantu menangani penyebaran virus korona (Covid-19) dengan memanfaatkan dana desa.


"Secara eksplisit ditekankan bahwa dana desa dapat digunakan untuk langkah-langkah pencegahan di bidang pelayanan sosial dasar, terutama dalam kesehatan masyarakat pedesaan," Direktur Jenderal PPMD ​​Kementerian Indonesia PDTT Taufik Madjid mengatakan pada konferensi pers tentang Sabtu (21/3).
Taufik menekankan bahwa dana desa adalah peluang yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi berbagai aspek, salah satunya adalah sebagai dana antisipatif di tengah pandemi virus korona saat ini.

Kemendes, menjelaskan telah mengeluarkan Peraturan Desa Nomor 11 tahun 2011 tentang Pedoman Dana Desa pada tahun 2020. Dalam peraturan tersebut, salah satunya mengatur kampanye untuk gaya hidup sehat dan bersih di desa.

Untuk alasan ini, ia meminta para pemimpin desa yang wilayahnya telah terpengaruh untuk mengambil bagian dalam satuan tugas regional, dan menggunakan dana desa sesuai dengan tingkat eskalasi di desa masing-masing.
"Untuk semua tingkatan pemerintahan desa, kepala desa, badan konsultasi desa, dan bahkan tokoh masyarakat, kami mendesak untuk mengambil langkah persiapan dan antisipatif sambil terus memandu instruksi satuan tugas di daerah," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menggelontorkan dana sebesar Rp72 triliun untuk program dana desa pada tahun 2020.

Namun, Tito mengatakan bahwa hanya sekitar 40 persen dari dana yang diserap dari Rp72 triliun. Sebanyak 60 persen dana belum disalurkan karena pemerintah desa belum menyerahkan APBDes.

Oleh karena itu, Tito meminta pemerintah desa untuk segera memenuhi persyaratan dokumen pencairan dana desa sehingga dapat segera didistribusikan ke kas desa dan digunakan, salah satunya adalah untuk menangani pandemi virus corona.

"Semuanya telah terpenuhi sehingga dana desa dapat dengan cepat dicairkan dan digunakan sebanyak mungkin. Untuk yang pertama, padat karya tunai di desa, kedua bagi kita untuk mencegah di bidang pelayanan kesehatan masyarakat di desa," katanya ditambahkan.

Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menginstruksikan kepala daerah untuk merealokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung aliran dana dalam menekan pandemi korona.

Menurut perhitungannya, setidaknya ada Rp56 triliun hingga Rp59 triliun dana dari anggaran daerah yang dapat dialihkan untuk menangani virus korona. Dana ini berasal dari transfer pemerintah ke keuangan daerah, termasuk dana desa.

Tidak ada komentar