Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Pemuda Penggerak Dari Tanah Luyo; Dibalik Bersatunya Karya Anak Milenial

Polewali Mandar - "Sang penggerak julukan bagi nya dari para pemuda yang ada di kecamatan luyo sebagai sosok inspiratif bagi mereka&qu...

Polewali Mandar - "Sang penggerak julukan bagi nya dari para pemuda yang ada di kecamatan luyo sebagai sosok inspiratif bagi mereka" gumam haidir saat komunikasi lewat via telpon. (10/03).

Saddan Husain

Lahir dari keluarga yang sederhana yang berada di salah satu desa yang ada di kecamatan luyo, desa mambu menjadi tempat lahir dan besar nya kini iya tumbuh dewasa dan menjadi sosok inspitarif bagi para kaum muda luyo.

Dialah "Saddan Husain" sebagai simbol manifestasi pemuda millenial yang tak pernah berhenti bergerak demi bersatunya kaum muda luyo.

Awal 2010 iya masuk dalam jenjang pendidikan mahasiswa Semasa kuliah ia aktif beroganisasi kemahasiswaan dan lembaga sosial.

Jiwa nya yang selalu ingin  melakukan gerakan, mendorong ia untuk kembali menyatu dengan pelajar walaupun ia seharusnya sdh sibuk dengan dunia kerja, jika berfikir untuk kepentingan pribadinya untuk apa mengurusi dunia pelajar lagi. 

Tapi hal itu tdk ia lakukan iya lebih memilih melakukan gerakan-gerakan yang bersifat edukatif dan insfiratif, hal itu terlihat ketika ia membentuk sebuah wadah yg bernama fokal forum kajian anak luyo. 

Untuk mengumpulkan anak2 luyo dan membicarakan tentang desa dan segala sumber daya lainnya yang bersifat local wisdom yang tak banyak lagi di gemari oleh genetasi gedget.

Hal ini berawal dari keresahannya melihat anak2 pelajar dari luyo kala itu sangat apatis terhadap lingkup sosial. 

Dimana sesama anak luyo saja tdk saling mengenal dan keapatisannya terhadap pendidikan itu sendiri yg didikte oleh dosennya dan diterima begitu saja.

Sejak fokal di bentuk 25 November 2017 bersama dengan anak luyo. Terbukti bahwa kaum muda luyo  bersatu untuk membangun daerah nya sendiri dengan gerakan yang sudah di lakukan.

Fokal yg memang dibentuk dengan semangat silaturrahim begitu mudah diterima oleh semua kalangan terlihat ketika 
Melaksanakan agenda 1 hari kedesa dimana desa yang ditempati sangat menyupport dan mendukung segala bentuk kegiatan yang di lakukan.

fokal hadir di tengah-tengah bobrok nya generasi yang membuat nya lebih fokus bicara soal keilmuan dan kesadaran sosial,dapat dilihat dari keseriusan kanda saddan dalam membimbing kami menemani setiap kegiatan dan selalu memberi motivasi untuk selalu melakukan gerakan.

Salah satu gerakan yang di lakukan adalah yasinan keliling dari desa ke desa yang susah hampir 2 tahun terakhir ini di lakukan. Sebagai salah satu ciri mendasar keislaman kita di nusantara ini.

kelas2 diskusi pun kerap di lakukan untuk mendorong sumber daya manusia kaum muda luyo dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di wilayah pendidikan.

Bulan 10 kemarin adalah awal dari lahir nya gerakan pemersatu bagi kaum muda luyo, momentum sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober menjadi ajang besar bagi kaum muda luyo yang mencoba untuk membuat sebuah momentum besar yaitu " Temu Pemuda dan Komunitas" dan salah satu inisiator kegiatan ini adalah beliau.

Beliau mengungkap ( saddan ) sebenarnya semangat ini dari perististiwa bersejarah di luyo yakni “Allamungan Batu di Luyo(Perjanjian 14 Kerajaan),Kerajaan yang dari gunung’ Pitu Ulunna Salu(PUS) dan Kerajaan dari pesisir ‘Pitu Babana Binanga(PBB).

Lanjut kata beliau, dari peristiwa bersejarah ini dan melihat kondisi bangsa yang terpolarisasi maka penting bagi kami, sebagai generasi muda untuk membuka kembali ingatan kita bahwa. Di Luyo pernah terjadi kesepakatan bersama antara 14 kerajaan yang salah satu isi perjanjiannya”sisarapai mata malotong anna mata mapute’anna sisara tau’. 

Kalimat ini melambangkan semangat persatuan, persaudaraan dan kekeluargaan.Menurutnya semangat itu sudah mulai pudar, maka kami mengajak dan mendorong semangat persatuan dan saling menghormati saling membantu satu sama lain perlu dirajut kembali demi kemajuan kita kedepan.

Ini yang membuat saya mengatakan bahwa dialah sang penggerak kaum muda hari ini. 
Dengan melihat trackrecord yang beliau lakukan selama ini, yang tak pernah bosan mendampingi kaum muda luyo sebagai sosok inspirstif.

Seperti pesan beliau yang selalu teringat bagi kaum muda iya mengatakan,"tetap lah menjadi orang kampung yang tidak kampungan,menjadi pemuda tanpa penunda sebab sejati nya pemuda iya lah yang mampu menjaga identitas lokal nya.