Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Prof Kiyai Syibli; Dibalik Segudang Prestasi yang Tak Banyak Diketahui

Polewali Mandar - Nama K.H. Muhammad Syibli Sahabuddin lekat dengan nama besar Annangguru Sahabuddin, seorang Guru Besar Tasawuf dan pimpin...

Polewali Mandar - Nama K.H. Muhammad Syibli Sahabuddin lekat dengan nama besar Annangguru Sahabuddin, seorang Guru Besar Tasawuf dan pimpinan tarekat Qodiriyah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Pada perayaan Haul ke-10 Prof. Dr. KH Sahabuddin pada 8 Maret 2019 lalu, K.H. Muhammad Syibli Sahabuddin bertindak sebagai pembicara mewakili keluarga Annangguru.(11/03)

Prof. Dr. KH. Syibli Sahabuddin

Pada Agustus 2017, KH Syibli Sahabuddin terpilih menahkodai Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulbar. Lulusan S1 dan S2 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Sulbar, yang dilaksanakan di d’Maleo Hotel Mamuju, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju (28/8/2017).

Pria yang menyelesaikan study S2 di IAIN Syarif Hidayatulah Jakarta (2002) ini pernah menjadi Direktur LPPM Universitas Al Asyariah Mandar (2004) dan Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (2005-2009). Sedangkan di dunia organisasi, pria kelahiran Polewali, 20 Agustus 1968 ini pernah menjadi Sekjen AMSA (Asean Moslem Student Association) Islamabad Pakistan (1988-1989), Pengurus PMII Cabang Ciputat (1990) dan Pengurus Pusat GP Anshor Jakarta (1997).

Selain sebagai anggota DPD (Komite III), KH. Muhammad Syibli Sahabuddin juga dikenal sebagai penasehat The Sahabuddin Institute (pusat studi budaya dan agama). Ia juga sering diundang sebagai pembicara dan narasumber berbagai media. Salah satunya menjadi pembicara tunggal dalam sebuah diskusi publik yang digelar di Warkop Ngalo, Jl. Andi Makkasau, Kelurahan Karema, Mamuju, Sulbar.

Mantan Ketua PWNU Sulawesi Barat ini, mengungkapkan bahwa tasawuf dinilai dapat menjadi jalan untuk menyucikan jiwa, menjernihkan akhlak, etika dan membangun pribadi yang lebih baik lagi. Mendalami ilmu tasawuf akan membuat pribadi seseorang lebih menghargai semua ciptaan Tuhan.
“Kita akan lebih mudah untuk saling membantu, kita tidak lagi berpikir tentang apa latar belakang orang tersebut. Sebab membantu orang lain, merupakan salah satu cara kita menghargai ciptaan Allah SWT,” kata Annangguru Syibli Sahabuddin sapaan akrabnya.
Mursyid tarekat Qodiriyah itu juga menyebut, tasawuf sesungguhnya mengajarkan tentang konsepsi etika serta perilaku hidup yang baik bagi setiap orang yang mendalaminya. 
“Jika ini didalami oleh mayoritas orang, saya kira tasawuf bisa menjadi jawaban atas kompleksnya persoalan khususnya di Sulbar ini,” Tutup Syibli yang saat ini juga selaku Ketua DPW PKB Sulbar