Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Sosialisasi UU No.16 Thn 2019; FPMP SulSel Siap Berantas Perkawinan Anak dibawah Umur

Makassar - Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel mengadakan Sosialisasi UU No.16 Tahun 2019 tentang batas usia perkawinan di kant...

Makassar - Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel mengadakan Sosialisasi UU No.16 Tahun 2019 tentang batas usia perkawinan di kantor gubernur pada tgl 11 Maret 2020. (15/03)


Kegiatan yang diikuti oleh para kader Pos Layanan pengaduan JKN yang tersebar di 5 kecamatan, yaitu Mariso, Tamalate, Tallo, Manggala dan Panakukang terlaksana di ruang pertemuan Dinas Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak Provinsi SulSel

Narasumber yang sempat hadir dalam kegiatan yaitu Ibu Nur Anti Madjid, yang juga saat ini selaku Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A Sulsel.

Selain itu hadir langsung juga Kepala plt Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunan Anak, Hj. Sarlin Nur yang kemudian menyambut sangat positif kegiatan ini dan mengatakan dalam sambutannya bahwa sudah saatnya semua stake holder bersama sama mengawal isu ini. Saat ini Sulsel menempati urutan ke 11 tertinggi angka perkawinan anak.
"SulSel menempati urutan ke 11 tertinggi angka perkawinan anak, ini merupakan suatu peringatan yang serius untuk kita semua, jadi yang haru kita lakukan adalah kita harus mengambil bagian bahkan semua stake holder harus saling mengisi untuk melawan kejadian ini." Ujar Ibu Sarlin dalam materinya"

Alita Karen, Staf Advokasi FPMP kemudian memberikan menjelaskan bahwa Pos pengaduan JKN FPMP  merupakan barisan terdepan dalam mengawal pencegahan perkawinan anak. Kader-kader ini terus diperkuat kapasitas nya untuk bisa membantu masyarakat di sekitarnya dan juga menjadi mediator ke pemerintah.
"Salah satu hal yang penting untuk kita lakukan dalam mengurangi perilaku perkawinan anak adalah kita semua harus ambil bagian, tapi tak selesai sampai disitu kita juga harus terus menambah kapasitas untuk membantu memberikan Nilai edukasi pada masyarakat yang disekitar kita masing-masing" Ujar Alita Karen dalam penyampaian materinya"