Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

STAY AT HOME! Oleh: Prof. Hamdan Juhannis

INDONESIANPOINT.COM -- Saya mencoba tinggal di rumah satu hari penuh dan bekerja dengan memanfaatkan media online. Yang pertama saya pikir ...

INDONESIANPOINT.COM -- Saya mencoba tinggal di rumah satu hari penuh dan bekerja dengan memanfaatkan media online. Yang pertama saya pikir adalah kehebatan orang-orang di sekitar saya yang selalu berada di rumah selama ini. Saya memberi hormat kepada mereka yang bisa mengelola dirinya, sabar dengan kebosanan dan kreatif dengan kungkungan.(21/03) 


Yang kedua semakin saya sadar bahwa kehidupan sekarang memungkinkan untuk mewujudkan apa saja sembari berada di rumah, mulai dari kebutuhan dasar sampai pada kebutuhan tersier. Kita bisa memesan makanan dari rumah. Kita bisa mengirim makanan dari rumah. Kita bisa membeli pakaian atau kebutuhan sandang kita dari rumah. 

Emosi kita pun terhadap orang luar tetap bisa difungsikan dari rumah. Kita bisa tertawa ramai-ramai dengan fasilitas grup video call dari rumah. Kita bisa melepas rindu pada sahabat terbaik dari rumah. Yang suka marah-marah pun, bisa melancarkannya dari rumah, tapi sebaiknya sesekali saja itupun kalau terpaksa.

Saatnya juga menjadikan rumah sebagai tempat olah raga. Banyak pekerjaan fisik yang bisa diselesaikan di rumah, dan biasanya laki-laki tidak menyadarinya. Olah jiwa apalagi, kita bisa memanfaatkan sudut-sudut rumah untuk bertafakkur yang selama ini tidak pernah tersentuh oleh alunan wirid.

Saatnya juga kembali ke 'dapur' rumah. Dapur rumah harus dibuat semakin mengepul. Dapur sebagai sumbu kehidupan saatnya difungsikan secara optimal. Ibu-ibu yang kebiasaanya memesan makanan di luar, atau makan di luar, saatnya kembali ke dapur. Anak-anak yang sangat asing dengan kehidupan dapur saatnya mereka diakrabkan. 

Saatnya anak-anak millenial yang sudah sangat jauh dari dapur rumahnya didekatkan, bukan hanya menyerempet di dekat dapur mengambil piring dan gelas lalu hanya kembali menyetor piring kotor.

Saatnya anak-anak paham bagaimana kehidupan dapur itu menjadi pangkal dari kesejahteraan rumah tangga. Saatnya anak-anak sadar bahwa hidup sehat kuncinya ada di dapur. Saatnya bapak dan anak-anak jaman now paham mengapa ibunya selalu berbau masakan dapur. Dan saatnya merubah mindset bahwa ibu-ibu bau masakan di rumah adalah ibu keren.

Jadi 'stay at home' itu bahasa agamanya adalah 'baetii jannatii'.

Tidak ada komentar