Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Ada 3 Alasan Kuat Nicolas Pepe Akan Menjadi Pemain Kunci di Arsenal

INDONESIANPOINT.COM - Olahraga, Nicolas Pepe diyakini sebagai pemain paling vital di klub Liga Premier, Arsenal, musim depan. Inilah tiga a...

INDONESIANPOINT.COM - Olahraga, Nicolas Pepe diyakini sebagai pemain paling vital di klub Liga Premier, Arsenal, musim depan. Inilah tiga alasannya.

Nicolas Pepe


Nicolas Pepe didatangkan dari Lille pada musim panas 2018 dengan nilai transfer 72 juta pound. Ini membuatnya menjadi pemain Arsenal termahal saat itu.

Namun, striker Pantai Gading itu belum menunjukkan performa yang cemerlang dengan hanya mencetak 6 gol dan 8 assist dari 32 penampilan di semua kompetisi di musim pertamanya.

Juga Baca Pemain Arsenal Terbaik Aubameyang dan Lacazette, Bukan Mesut Ozil

Seiring waktu, pemain berusia 24 tahun itu mulai menunjukkan bakatnya di bawah asuhan Mikel Arteta. Bermain di sayap kanan, dengan kaki kirinya ia mampu menyulitkan bek yang mencoba membunuh gerakannya.

Pemain internasional Pantai Gading itu bahkan mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Manchester United di Boxing Day. Dia juga mencetak gol ketika dia membantu Arsenal menang 4-0 atas Newcastle pada Februari. Dua gol yang menambah koleksi golnya menjadi enam sejauh musim ini.

Melihat penampilannya di dua pertandingan, penggemar Arsenal yang tadinya diremehkan Pepe sekarang mulai mengidolakannya. Mereka yakin Pepe akan bangkit dan mengulangi performa apiknya saat masih bersama Lille

Berikut kami melansir dari INDOSPORT.COM mengungkapkan alasan Nicolas Pepe akan menjadi salah satu pemain yang diandalkan Arsenal pada musim depan.

1. Satu musim tidak cukup untuk membuktikan kinerja Pepe

Memang, Pepe belum menunjukkan performa apik di Arsenal. Namun, kita perlu melihat bagaimana Pepe terjerumus saat masih memperkuat tim Prancis, Lille.

Nicolas Pepe dianggap sebagai pemain yang sangat populer di Prancis. Dia bahkan menempati peringkat kedua setelah Kylian Mbappe sebagai pencetak gol musim 2018-2019. Saat itu Pepe berhasil membukukan 22 gol dan 11 assist yang membuat sosoknya menarik bagi banyak klub Eropa.

Pepe memulai karirnya dengan Stade Poitevin FC sebelum kemudian beralih ke Angers. Bakatnya semakin terasah ketika Lille kemudian dilatih oleh pelatih Leeds United Marcelo Bielsa.

Ya, Ligue 1 bukan Liga Inggris. Meski permainan tidak cukup sulit dari Liga Inggris, para pemain di Ligue 1 membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa beradaptasi.

Sebut saja legenda Arsenal, Thierry Henry, yang juga menghadapi masa suram di musim pertama sebelum ia bangkit menjadi pemain yang luar biasa.

2. Pengaruh Mikel Arteta

Nicolas Pepe tiba di Arsenal ketika klub masih diambil alih oleh Unai Emery. Namun kemudian Unai Emery digantikan oleh Mikel Arteta karena membawa serangkaian hasil yang buruk.

Pepe juga secara otomatis bermain di bawah arahan Arteta. Pengaruh Arteta inilah yang membantu pemain berusia 24 tahun ini mengembangkan dirinya menjadi kandidat pemain hebat.

Arteta dianggap sebagai pelatih yang cakap. Dia bahkan memiliki pengalaman bekerja dengan Pep Guardiola dengan menjadi asistennya di Manchester City. Sejak kedatangan Arteta, Arsenal menjadi satu-satunya tim di Liga Premier yang tidak terkalahkan.

Meski harus melalui 14 pertandingan sebelum mencetak gol pertamanya, Pepe tampaknya telah merasakan dampak Arteta dalam karirnya. Dia memberikan lima assist dalam delapan pertandingan, serta mencetak gol melawan Manchester United dan Newcastle United.

3. Masih Muda tapi Mematikan

Seiring waktu, Nicolas Pepe telah membuktikan dirinya layak menjadi salah satu penyerang mematikan The Gunners bersama Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette.

Pada usia 24, Pepe memiliki banyak waktu untuk beradaptasi dan mengembangkan dirinya sebagai superstar Arsenal di masa depan.

Melihat harga transfer nominal setinggi langit, Arsenal seharusnya tidak berharap Pepe bisa terlihat rapi secara instan. Karena Liga Inggris memiliki permainan yang berbeda dengan di Ligue 1 Prancis.

Bahkan, tidak jarang pemain dapat beradaptasi dengan cepat ke permainan bahasa Inggris. Jadi, raksasa London Utara perlu kesabaran untuk mengembangkan bakat Pepe sebagai striker paling mematikan di masa depan.

Tidak ada komentar