Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Ada Kabar Baik Bagi Kamu Guru Madrasah, Baca Selengkapnya

IndonesianPoint.com - Lembaga pendidikan agama menerapkan kebijakan pengajaran dari rumah (TFH) selama situasi pandemi virus Corona (COVID...

IndonesianPoint.com - Lembaga pendidikan agama menerapkan kebijakan pengajaran dari rumah (TFH) selama situasi pandemi virus Corona (COVID-19). Meski begitu, Kementerian Agama (Kemenag) akan terus membayar manfaat untuk guru madrasah, terutama guru non-PNS

Foto ilustrasi dari beritacikarang.com
"Selama masa darurat COVID-19 yang sedang berlangsung, pembayaran tunjangan profesi dan tunjangan lainnya untuk guru madrasah non-PNS terus dibayar," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dalam pernyataan tertulis, Minggu (19/4/2020).
Ada tiga kategori tunjangan guru, bukan PNS. Pertama, guru non-PNS yang telah disertifikasi dan juga telah dilewati (program pemerataan untuk posisi guru non-PNS dengan guru PNS berdasarkan kualifikasi akademik, sertifikat tenurial dan pendidik). Mereka mendapat manfaat sebagai guru PNS.

Kedua, guru non-PNS yang belum disertifikasi, tetapi sudah lulus. Mereka menerima tunjangan sebesar Rp 1,5 juta per bulan dan itu melampaui jam mengajar berlebih.

Ketiga, guru yang belum disertifikasi dan belum lulus. Mereka menerima insentif sebesar Rp 250 ribu per bulan dan honor untuk staf pengajar yang bersumber dari dana BOS.

Kementerian Agama juga mengizinkan penggunaan dana BOS Madrasah dan Bantuan Pendidikan Operasional (BOP) Raudlatul Athfal (RA) untuk mencegah penyebaran COVID-19.
"Kami telah mengeluarkan SE yang mengatur bahwa pembelian atau penyewaan fasilitas / peralatan / peralatan, atau pelaksanaan kegiatan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 diizinkan," kata Kamaruddin.
Dana BOS Madrasah dan BOP RA dapat digunakan untuk membeli atau menyewa fasilitas belajar mengajar, baik di madrasah maupun di rumah.
"Dimungkinkan juga untuk membeli / menyewa modem seluler (termasuk paket data internet) dalam bentuk modem USB untuk siswa yang tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka," kata Kamaruddin.
"Juga pembelian laptop atau komputer pribadi (PC) terbatas pada kebutuhan server e-learning yang diterapkan oleh madrasah," lanjutnya

Tidak ada komentar