Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Ada Kabar Baik dari Mas Menteri Pendidikan Bagi Kamu Tenaga Honorer, Cek Selengkapnya

INDONESIANPOINT.COM - Pencairan gaji guru honorer yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) difasilitasi selama pandemi v...

INDONESIANPOINT.COM - Pencairan gaji guru honorer yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) difasilitasi selama pandemi virus Corona (COVID-19). 



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menghapus ketentuan tentang Jumlah Unit Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) sebagai salah satu syarat agar guru honorer dapat menerima gaji dari dana BOS.

Ketentuan di atas dihapuskan dalam Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. Dikutip dalam Permendikbud, Jumat (17/4/2020), pembayaran pembayaran honor diberikan kepada guru yang bukan pegawai negeri sipil (ASN) dan harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Persyaratan yang relevan harus didaftarkan pada Dapodik pada tanggal 31 Desember 2019, belum menerima tunjangan profesi, memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah dalam status Darurat Kesehatan Masyarakat COVID-19 yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Selama pandemi ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga menghilangkan ketentuan maksimal pembayaran honorarium 50% melalui dana BOS. Ini berarti bahwa kepala sekolah diberikan kebebasan untuk memberikan gaji kepada guru honorer yang berlaku selama wabah virus Corona. Jumlahnya bisa lebih dari 50%.

Pasal 9A ayat 4 menjelaskan, ketentuan tentang penggunaan dana BOS Reguler di atas mulai berlaku sejak April 2020 sampai pencabutan status COVID-19 Kesehatan Masyarakat Darurat dicabut oleh Pemerintah Pusat.

Dikutip dari situs web Sekretariat Kabinet (setkab.go.id), Nadiem Makarim menjelaskan bahwa kepala sekolah memiliki keleluasaan dalam penggunaan dana BOS karena kepala sekolah adalah pihak yang paling tahu tentang kebutuhan operasional sekolah dan kebutuhan guru. . Kepala sekolah juga dapat terus memberikan honor kepada tenaga kependidikan jika dana masih tersedia setelah digunakan untuk membiayai penyediaan pendidikan dalam masa darurat Covid-19.

"Intinya adalah bahwa selama krisis ini kami ingin memberikan kemudahan bagi kepala sekolah dan bagi mereka yang membutuhkan, bahwa mereka dapat menggunakan dana BOS sefleksibel mungkin untuk memastikan kesejahteraan dan kemudahan pembelajaran online dan kenyamanan kepala sekolah untuk mendapatkan fleksibilitas dalam menggunakan Dana BOS, "kata Nadiem

Tidak ada komentar