Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

AWASI, Ini 5 Kriteri Penerima BLT Dana Desa Melalui 4 Tahapan Verifikasi Yang Harus Dilakukan Desa

INDONESIANPOINT.COM - Pemerintah menyediakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk dana desa melalui Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi,...

INDONESIANPOINT.COM - Pemerintah menyediakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk dana desa melalui Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, senilai Rp. 22,4 triliun ditujukan kepada 12.487.646 kartu keluarga miskin.



Kebijakan ini merupakan revisi dari Peraturan Menteri Desa PDTT No. 11 tahun 2009 menjadi No. 6 tahun 2020 tentang perubahan prioritas penggunaan dana desa pada tahun 2020.

Menteri Desa Abdul Halim Iskandar mengatakan pencairan BLT sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Dana BLT Desa sebesar Rp. 22,4 triliun, atau sekitar 31 persen dari Dana Desa 2020 (Rp. 72 triliun) akan dicairkan pada bulan April ini.

Lebih lanjut, Menteri Abdul menyatakan bahwa target penerima BLT adalah yang paling penting yaitu sebagai berikut :
  1.  Untuk keluarga miskin, Program Keluarga Harapan (PKH) atau masyarakat yang menerima Bantuan Pangan Non Tunan (BPNT), 
  2. Yang tidak menerima kartu pra-kerja, 
  3. Kehilangan mata pencaharian mereka, 
  4. Tidak pernah tercatat (tidak tercatat/kesalahan) dan 
  5. Memiliki anggota keluarga yang rentan terhadap penyakit kronis.

Dia menjelaskan mekanisme pengumpulan data penerima BLT, yang merupakan yang Pertama mengumpulkan data dari Relawan Desa Lawan Covid-19.

Kedua, pengumpulan data terfokus dari RT, RW, dan Desa. Ketiga, hasil pengumpulan data keluarga miskin dilakukan oleh Konferensi Desa Khusus atau musyawarah insidental yang dilakukan dengan satu agenda tunggal, yaitu validasi data dan finalisasi.

Keempat, legalitas dokumen yang dihasilkan dari pengumpulan data ditandatangani oleh kepala desa, dan kelima, dokumen yang dihasilkan dari pengumpulan data diverifikasi oleh kepala desa oleh kepala desa atau walikota melalui camat dan kegiatan BLT dapat dilakukan dalam dana desa paling lambat lima hari kerja per tanggal yang diterima di kecamatan.

Distribusi dilakukan oleh pemerintah desa menggunakan metode nontunai (kurang tunai) setiap bulan. Kemudian untuk periode dan besarnya pemberian dana desa BLT dilakukan selama 3 bulan mulai dari April 2020.
"Jumlah dana desa BLT per bulan adalah Rp. 600 ribu per keluarga, sehingga setiap keluarga mendapat Rp. 1,8 juta per tiga bulan," jelasnya.
Sementara itu, untuk pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh badan konsultasi desa, bupati, dan inspektorat kabupaten / kota. Meski begitu, orang yang bertanggung jawab atas distribusi dana desa BLT tetap kepala desa

Tidak ada komentar