Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Kepanikan Warga Indonesia Karena Corona, Ini Penjelasan Peneliti Ekonomi

INDONESIANPOINT.COM - Di tengah makin maraknya virus Corona di Indonesia, banyak orang mulai mengeluhkan kesulitan ekonomi. Selain itu, ba...

INDONESIANPOINT.COM - Di tengah makin maraknya virus Corona di Indonesia, banyak orang mulai mengeluhkan kesulitan ekonomi. Selain itu, bagi pekerja informal yang kehilangan sumber pendapatan, pekerja formal juga dibayangi oleh PHK karena melemahnya dunia bisnis.

Foto Ilustrasi dari pemred.com

Pemerintah sendiri telah mengklaim memiliki segudang solusi untuk mengatasi kemerosotan ekonomi di masyarakat. Program jaring pengaman sosial untuk komunitas kecil, hingga program Kartu Pra-Kerja untuk korban PHK telah dibentuk.

Namun, faktanya adalah bahwa program ini tidak dapat dirasakan oleh masyarakat di masa-masa sulit seperti ini. Jika menurut peneliti ekonomi Indef Bhima Yudhistira, pemerintah tidak siap dengan program ini, pengumpulan data adalah masalah utama.

"Tidak siap sama sekali, bisa dibilang gagap. Masalahnya adalah data masih belum siap, apalagi jumlah bantuan sosial yang akan ditingkatkan. Pengumpulan data kartu pra-kerja masih berantakan dan tidak efektif," kata Bhima yang kami lansir dari detiknews.com, Minggu 04/12/2020).

Bhima menganggap pemerintah sejak awal telah meremehkan dampak ekonomi dari wabah Corona. Sehingga program bantuan seperti ini sepertinya dilakukan dengan tergesa-gesa dan belum disiapkan dengan baik.

"Ini awalnya karena pemerintah menganggapnya terlalu enteng, sehingga jaring pengaman tidak dipersiapkan dengan baik," kata Bhima.

Bahkan sejak Januari ketika virus Corona belum terbukti menginfeksi Indonesia, ia seharusnya mengumpulkan data tentang penerima berbagai jenis program bantuan pemerintah. Namun ternyata itu tidak dilakukan.

Pengemudi ojol online, misalnya, sebenarnya tidak sulit untuk meminta data dari aplikator sejak lama. Bahkan datanya akan lengkap.

"Seharusnya, mulai Januari pengumpulan data sudah berlangsung. Apa kesulitan meminta data pendapatan untuk pengemudi ojol yang dipengaruhi oleh aplikator. Itu jelas ada nama, alamat, dan dengan akun," jelas Bhima.

Pendaftaran Pra-Pekerjaan itu sendiri baru saja dibuka, pembukaan itu sendiri telah ditunda beberapa hari dari target yang ditetapkan. Sementara itu, pemerintah juga telah meminta pengumpulan data pekerja yang terkena dampak ke Departemen Tenaga Kerja di setiap wilayah, bahkan untuk bisnis.

Adapun bantuan sosial, hingga saat ini pemerintah masih mencari skema untuk dibagikan kepada masyarakat. Kementerian Sosial mengatakan bahwa bantuan sosial akan berupa bantuan tunai langsung senilai Rp 600 ribu per 3 bulan.

Tidak ada komentar