Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Pejabat Yang Terkonfirmasi Positif Corona di Sulbar, Akan Dijemput Secara Paksa

Mamuju, INDONESIANPOINT.COM - Seorang pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang dinyatakan positif Covid-19 hingga malam ini masih b...

Mamuju, INDONESIANPOINT.COM - Seorang pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang dinyatakan positif Covid-19 hingga malam ini masih bertahan di rumah pribadinya di Jalan Bau Massepe Kabupaten Mamuju.

Ilustrasi foto dari BBC Indonesia


Walaupun beberapa kali tim Gugus Covid-19 mencoba menjemputnya dan mencoba mengambil jalan persuasif yang melibatkan TNI - Polri tetapi belum membuahkan hasil.

Terlansir dari Sandapangcenter.com, Muhammad Ali Rahman, wakil sekretaris tim Gugus Covid-19 di Kabupaten Mamuju, pihaknya juga sedang menunggu informasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat karena ia adalah pejabat pemerintah dalam lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

"Jadi sekarang kami bersama teman-teman dari TNI-Polri menunggu informasi dari provinsi karena kami menyampaikan bahwa mereka akan membicarakannya terlebih dahulu," katanya.
Namun Ali Rahman mengakui bahwa sampai malam ini tidak ada kejelasan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, pihaknya sebagai Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mamuju akan menjemput orang yang bersangkutan secara paksa.

"Jadi kalau sampai malam ini dan besok tidak ada kejelasan kita terpaksa mengambil apa yang mungkin membuat kita hasru secara paksa karena dia seorang pejabat atau tidak", lanjutnya.

Ali Rahman mengakui bahwa timnya telah berupaya untuk menjemput dan memeriksa kondisi keluarganya pada siang hari (Minggu, 12 April, 2020) tetapi dia tidak kooperatif. Terkait dengan pilihan isolasi mandiri menurut pengetahuan Ali Rahman, SOP isolasi Mandiri tidak boleh ditemani keluarga sehingga tidak dapat mengetahui apakah isolasi Mandiri dilakukan sesuai dengan SOP atau tidak.

"Apa yang menjadi perhatian masyarakat sekarang, ini adalah upaya persuasif kami, kami berupaya sore ini dan kemudian kami juga mengkonfirmasi kepada Provinsi bagaimana kelanjutannya, jadi jika tidak ada jalan keluar, kami terpaksa mengambil apa pun risikonya, "katanya.

Adanya pasien yang berada di wilayah Kabupaten Mamuju membuat tim klaster Kabupaten Mamuju harus melakukan segala upaya.
"Kami memiliki tanggung jawab, kabupaten ada di dalam wilayah kami, kami memiliki wewenang untuk melakukan Protas pasien Covid-19, maka masalahnya sekarang adalah keresahan publik, mengapa tampaknya ada kelalaian. tolong bantu teman-teman media membantu Kami tim Gugus Kabupaten untuk berkomunikasi dengan Provinsi karena pejabat yang bersangkutan harus kooperatif dalam memberikan contoh, ”pungkasnya.

Tidak ada komentar