Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Pemerintah Desa Buku Lakukan Sosialisasi Maklumat MUI Tentang Pelaksanaan Sholat Di Mesjid

Polewali Mandar, INDONESIANPOINT.COM - Pemerintah Desa Buku melakukan Sosialisasi tentang Maklumat MUI, Pemerintah dan Polri. Sosialisasi ...

Polewali Mandar, INDONESIANPOINT.COM - Pemerintah Desa Buku melakukan Sosialisasi tentang Maklumat MUI, Pemerintah dan Polri. Sosialisasi bersama sejumlah Tokoh Agama dan Masyarakat, Hadir langsung juga Wakil Ketua II DPRD Polman Hamzah Syamsuddin, Asisten 1 Bupati Polman Ibu Sakinah, perwakilan KUA, Polri dan Babinsa.(10/04)



Pada kesempatan pertama Ibu Sakinah memberikan penjelasan 
"Jangan kondisi darurat baru kita mau berbuat" Ini jauh sebelumnya sudah disampaikan pihak puskesmas untuk menjaga jarak, mencuci tangan." Ungkapnya
Masyarakat yang masih kurang pemahaman, contoh lainnya juga ada beberapa masjid tetap memberlakukan shalat berjamaah, jadi pada kesempatan ini kami menyampaikan mulai hari ini shalat berjamaah di tutup utamanya hari jumat.

KUA Kecamatan Mapilli juga mengatakan bahwa ini adalah desa kelima yang kami datangi, kami selalu menyampaikan mengenai maklumat MUI Polman, surat edaran pun sudah masuk ke Desa Mengenai maklumat MUI polman.

Pala ulama itu adalah perwaris para Anbiya mereka sudah mangeluarkan maklumat tentang Masjid di polman untuk sementara tidak melaksanakan shalat jumat, ataupun shalat berjamaah lainnya, ibadah shalat bisa dilakukan dirumah, meski ini menjadi perbincangan ditengah masyarakat, namun ini salah satu cara memutus mata ranta virus, termasuk menghindari kerumunan.
"Kita ini sedang darurat, apalagi darurat nasional, jadi Pemerintah bekerja sama MUI untuk sepakat tidak melaksanakan shalat jumat atau berjamaah Lainnya. Jadi Mari kita bantu pemerintah dengan memutus mata rantai virus ini, degan cara beribadah dirumah." Kata KUA Mapilli
Wakil Ketua II DPRD Polman Hamzah Syamsuddin yang juga turut hadir. Menjelaskan 
"Saya sebagai perpanjangan tangan masyarakat, saya banyak sekali mendapat informasi, saya keliling,
Jadi kita bersyukur, kita masih zona hijau, coba bayangkan andaikan kita zona merah, saya yakin kita belum siap menghadapi Covid 19 ini, kita lihat saja Italia, bagaimana terbaiknya perlengkapan medis yang mereka miliki, Negaranya yang kuat, tapi karena keangkuhannya, sehingga Negaranya hancur dan menyesal pada akhirnya.

Lihat juga Makassar, hari ini sudah zona merah, ditambah lagi Masyarakat kita banyak perantau, belum lagi anak-anak kita disini yang kuliah di makassar banyak, meski dengan itu, kita tetap optimis, semoga tidak berzona merah, jadi jangan bermasa bodoh, itu kita lihat masyarakat Sengake yang baru-baru ini di bawa ke RS Daerah Polewali mandar untuk isolasi medis, itu baru satu orang, dan baru rapid tes, tapi kita sudah kewalahan.. bagaimana kalau sudah murni positif. Saya tidak tau akan bagaimana nasib kita.

"Jadi sekali lagi, ayo kita saling bekerja sama, kita saling menjaga diri, karena pada intinya kita belum siap menghadapi corona virus ini, maka ayo kita patuhi maklumat MUI, mereka ini tidak sembarangan mengelurakan fatwa, mereka faham tafsir, mengotak atik ayat, jadi mereka punya otoritas." Kata Hamzah dalam uraian penyampainnya

Dandim dan Puskesmas Mapilli, pada kesempatannya sama-sama menyarankan, agar menjaga keluarga dan masyarakat, masalah ini adalah masalah kita bersama, apapun yang kita lakukan, baik itu pemerintah,  kalau kita tidak sadar, tetapi kita akan terancam, ayo kita mendisiplin diri, menjalankan arahan Tenaga Medis dan Ulama kita.

Pada penutupan sosialisasi ini, PJS Desa Buku Firdaus Hamid, SE, menyimpulkan bahwa kita semua satu tujuan yang baik, yaitu memutus mata rantai covid 19 ini, salah satunya kita menghindari dulu kerumunan.
"Tambahan, bahwa masjid jangan juga ditutup sepenuhnya, minimal Muazin tetap ke masjid untuk mengumandangkan Adzan, itupun sebagai tanda waktu shalat telah tiba, bukan Adzan untuk berjamaah." Tutup Firdaus

Tidak ada komentar