Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Pemerintah Pusat Potong Tunjangan Guru, Komisi X DPR-RI Bereaksi

INDONESIANPOINT.COM - Melalui Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 54 Tahun 2020 yang baru diterbitkan Presiden Jokowi kembali memangkas ang...

INDONESIANPOINT.COM - Melalui Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 54 Tahun 2020 yang baru diterbitkan Presiden Jokowi kembali memangkas anggaran tunjangan bagi para tenaga pendidik.(17/04) 

Foto ilustrasi dari trendingtopp.com

Dalam lampiran Perpres 54/2020 yang diteken Jokowi, tunjangan bagi para guru dipotong setidaknya mencakup tiga komponen sebagai berikut :

- Tunjаngаn Prоfеѕі Guru PNS Dаеrаh yang semula Rр. 53,8 T menjadi Rр. 50,8 T.

- Tambahan Penghasilan Guru PNS Daerah, yang semula Rp. 698,3 M menjadi Rp. 454,2 M.

- Tunjangan Khusus Guru PNS di daerah Khusus, semula Rp. 2,06 T menjadi Rp. 1,9 T.

Kebijakan ini menimbulkan sejumlah reaksi beragam, salah satunya Komisi X DPR-RI yang membidangi masalah Pendidikan. 

Wakil Ketua Komisi X, Abdul Fikri Faqih mengajukan protes keras atas adanya pemotongan tersebut yang kemudian diatur dalam Perpres 54 tahun 2020.

Menurutnya ditengah situasi wabah pandemi Corona atau Covid-19 tidak seharusnya pemerintah memotong gaji para Guru.
"Tentu saja kami protes, kok saat situasi sulit akibat Pandemik seperti sekarang gaji Guru malah di potong-potong," ungkapnya Fikri, Jumat (17/4/2020).
Selain itu ia menambahkan kalau tunjangan Guru harus dipotong paling tidak alasan kemana anggaran itu dialihkan juga harus jelas dan kongkret.
"Paling tidak eksekutif harus mampu menjelaskan mengapa ada pemotongan dan akan dialihkan kemana dan sejauh mana efektifitasnya, jangan sampai makan makin tidak produktif," tegasnya.

Tidak ada komentar