Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Iuran BPJS Tetap Naik Melalui Perpres Dinilai Sebagai THR Pahit Jokowi Buat Rakyat !

IndonesianPoint.com - Belum berakhir penderitaan akibat wabah Covid-19, kini masyarakat Indonesia kembali harus menerima kenyataan pahit ata...

IndonesianPoint.com - Belum berakhir penderitaan akibat wabah Covid-19, kini masyarakat Indonesia kembali harus menerima kenyataan pahit atas kebijakan Pemerintah Pusat mengenai tarif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.


Presiden Indonesia, Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden yang tetap menaikkan tarif BPJS, usai beberapa waktu lalu telah diputuskan ditolak oleh Mahkamah Agung.

Kalangan aktifis sosial menilai keputusan Jokowi terkait hal itu, membuktikan rapuhnya keberpihakan terhadap masa-masa sulit rakyat yang tengah berjuang bertahan hidup saat situasi serba tidak pasti.

Bahkan aktifis kemanusiaan, Irfan Arif menyebut bahwa keputusan Jokowi tersebut merupakan Tunjangan Hari Raya (THR) paling Pahit bagi rakyat Indonesia dari sang Presiden.

"Udah jelas ditolak MA, karena dapat menambah penderitaan rakyat, namun tetap ngotot dinaikkan melalui Perpres, iya inilah THR terpahit bagi rakyat ditengah Pandemik yang juga belum kelar," ungkapnya, Kamis (14/5/2020).

Ia juga menambahkan, saat ancaman kelaparan mulai dirasakan oleh tidak sedikit rakyat Indonesia, Pemerintah justru makin menambah penderitaan itu.

"Bila rakyat mulai was-was karena ancaman kelaparan saat virus Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, kini rakyat harus kembali merasakan pilu dengan naiknya tarif BPJS Kesehatan," kata Irfan.

Dalam pernyataannya, Irfan Arif juga meminta Jokowi untuk kembali mempertimbangkan keputusan yang ia ambil. "Untuk apa ada BLT, BST, dan bantuan lainnya kalau ujungnya BPJS juga tetap dinaikkan," tutupnya.

Tidak ada komentar