Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

RSUD Rujukan Pasien Corona di Ambon Terpaksa Ditutup

IndonesianPoint.com - Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) di Kota Ambon kian mengkuatirkan. Akibat penyebaran wabah mematikan ini, 25 peg...

IndonesianPoint.com - Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) di Kota Ambon kian mengkuatirkan. Akibat penyebaran wabah mematikan ini, 25 pegawai yang bertugas di RSUD dr Haulussy, Kudamati, Kota Ambon terpaksa diisolasi karena terdampak Corona.


Kabar buruk lainnya, bahwa rumah sakit umum terbesar di Kota Ambon dengan fasilitas lengkap itu, akan ditutup pelayanan operasinya kepada pasien baru selama 14 hari ke depan, terhitung sejak Senin, 11 Mei 2020. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Meikyal Pontoh, saat konfrensi pers di Kantor Gubernur Maluku, kemarin.

Ia menyebutkan, penutupan terpaksa dilakukan karena sudah ada tenaga medis dan bahkan dokter yang diisolasi akibat wabah Corona. “Ia benar. Pelayanan kesehatan pada RSUD telah ditutup selama 14 hari untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sebab, 25 pegawai yang terdiri dari tenaga dokter, perawat dan bagian administrasi, telah dirawat di ruang isolasi,” akui akui Pontoh, ketika dikonfirmasi wartawan pada jumpa pers di Lantai VI Kantor Gubernur Maluku, kemarin.

Ia menjelaskan, dari 25 pegawai RSUD dr. M. Haulussy Ambon itu, tiga orang diantaranya telah terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan 22 orang sisanya masih menunggu hasil Swab dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas II Ambon. Namun, Ketika diperiksa menggunakan alat rapid test (RDT), hasilnya reaktif.

“Seluruh pegawai RSUD diperiksa menggunakan RDT dan Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasilnya, tiga orang terkonfirmasi positif setelah menerima hasil swab, dan 22 orang masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) sambil menunggu hasil swab,” jelas Pontoh.

Dikatakan Pontoh, seluruh tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 pada RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, tidak diijinkan pulang ke rumah masing-masing. Hal itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah-tengah lingkungan masyarakat.

“Para tenaga medis tidak ada yang pulang ke rumah berkumpul bersama keluarganya. Karena ditakutkan mereka dapat menularkan penyakit Corona bagi keluarga mereka di rumah. Sehingga mereka semua diistirahatkan di Hotel Santika Ambon, dengan tanggungan pemerintah daerah,” ungkapnya. (*)

Tidak ada komentar