Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Warga Kelurahan Mappala, Makassar, Sulap Area Jemuran Menjadi Tempat Salat Id Bersama Keluarga di Rumah

IndonesianPoint.com - Seorang warga Kelurahan Mapala, Makassar, Sulawesi Selatan, Burhan (61), menyulap area jemuran miliknya menjadi tempa...

IndonesianPoint.com - Seorang warga Kelurahan Mapala, Makassar, Sulawesi Selatan, Burhan (61), menyulap area jemuran miliknya menjadi tempat salat Id bersama keluarga di rumah. Ide tersebut muncul usai Pemkot Makassar mengimbau warga tak melaksanakan salat Id di masjid.



"Itu di lantai 3, iya bagian atap. Di situ sarana olahraga saya sebenarnya, sekalian tempat jemuran. Tapi kali ini kita salat Id di situ sama keluarga," ujar Burhan yang kami lansir dari detikcom, Minggu (24/5/2020).

Burhan bercerita, sejak awal Ramadhan, ia dan keluarga melaksanakan salat Tarawih di rumah meski masjid hanya berjarak satu rumah dari kediamannya. Burhan mengaku hal itu ia lakukan sebagai upaya mematuhi imbauan Pemerintah dan MUI.


"Sebenarnya masjid dengan rumah saya dekat sekali, hanya satu rumah, cuma kan tutup. Jadi sejak larangan itu, yang imam di masjid daripada dia pulang kampung, saya panggil ke rumah, 'Ke rumah ajalah,'" katanya.

Salat Tarawih selama Ramadhan digelar di lantai bawah rumah Burhan. Lalu, dia pun menyulap lantai 3 rumahnya sebagai tempat salat Id lantaran membutuhkan area yang lebih luas.

"Saya Tarawih di lantai 2 sama keluarga dan imam masjid. Setelah itu, karena mau Lebaran, supaya lebih luas lagi, saya pakai di lantai 3. Jadi ide salat Id di atas itu awalnya tidak sengaja sebenarnya," ujar Burhan.

"Awalnya kan sempat saya pikir tadinya salat Id sudah bisa di masjid, ternyata belum bisa, ya sudah, dilanjut saja tadi salat Id di rumah. Dan ada satu teman dari imam masjid yang baca khotbah, jadi lengkap persis," katanya lagi.

Meski salat Id di rumah, Burhan mengaku tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Kita semua tetap pakai masker, ada galon depan rumah untuk cuci tangan, jadi kita tetap berusahalah mematuhi anjuran pihak Pemerintah," kata Burhan.

Menurut Burhan, wabah Corona ini tidak perlu selalu dipandang sebagai musibah semata. Ia beralasan tetap selalu ada hikmah atau sisi positif yang bisa dipetik dari kondisi seperti ini.

"Salah satu hikmahnya, dulu saya kalau kerja mungkin keluar daerah, kadang ada yang bolong Tarawih-nya. Sekarang karena WFH (work from home), Tarawih-nya bisa full. Saya berharap orang lain juga begitu," pungkas Burhan.

Tidak ada komentar