Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Pemkot Pare-Pare Mulai Persiapan Penerapan New Normal Dengan Penyemprotan Desinfektan

Pare-Pare, IndonesianPoint.com - Menjelang implementasi normal baru, tim cluster Covid-19 kembali menyemprotkan desinfektan di sepanjang Ja...

Pare-Pare, IndonesianPoint.com - Menjelang implementasi normal baru, tim cluster Covid-19 kembali menyemprotkan desinfektan di sepanjang Jalan Bau Massepe, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (6/1/2020).  Tujuannya untuk mensterilkan virus Covid-19 di area yang sering ditempati bersama seperti pusat perbelanjaan.


 Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19, Halwatiah, kepada Pijarnews, Senin (1/6) di sela-sela penyemprotan disinfektan di area perbelanjaan D 'Carlos Street Bau Massepe.

  Halwatiah, yang juga Kepala Pelaksana Dinas Kesehatan Kota Parepare, mengatakan bahwa tim tim penanganan percepatan Covid-19 bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ujung, Pemadam Api dan Satpol PP melakukan penyemprotan desinfektan.  "Penyemprotan menggunakan mobil pemadam dimulai dari titik nol kilometer Parepare," kata Halwatiah.

  Saat ini, kata Halwatiah, masih ada 36 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Parepare.  "Tapi alhamdulillah, 26 orang sudah pulih. Jadi 10 orang yang tersisa masih dirawat," kata Halwatiah yang juga Kepala BKKBN Parepare.


  Halwatiah mengatakan, Kota Parepare sekarang sedang mempersiapkan aplikasi normal baru, karena masih ada warga yang positif bahwa Covid-19 sedang dirawat.  "Karena itu kami terus menyemprot untuk memutus rantai virus korona, sambil menunggu nol positif," kata Halwatiah.

  Mengenai, memudahkan penggunaan tempat ibadah seperti masjid dan gereja, Halwatiah mengatakan dia akan menunggu arahan dari pemerintah pusat dan kemudian berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Kepemimpinan Daerah (Forkopimda) Parepare.  "Kami sedang menunggu perjanjian Forkopimda," kata Halwatiah.

  Secara terpisah, Pijarnews telah mengkonfirmasi kepada Sekretaris Tim Cluster Covid-19, Iwan Asaad, mengenai pelonggaran tempat ibadah.  "Lusa sudah dikeluarkan," kata Iwan Asaad melalui pesan whatsapp, Minggu (31/5).  Jika benar bahwa Surat Edaran (SE) akan dikeluarkan, diperkirakan pada Selasa (2/6) SE tentang pelonggaran ibadah di tempat-tempat ibadah akan dikeluarkan.

  Sekadar diketahui, saat ini Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Fachrul Razi telah mengeluarkan edaran tentang pedoman untuk mengatur kegiatan keagamaan di tempat-tempat ibadah dalam mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman di Covid-19 selama Covid-19.  pandemi.

  Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan surat edaran ini dikeluarkan sebagai tanggapan atas keinginan umat beragama untuk kembali beribadah di rumah ibadah masing-masing sambil mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam konteks mencegah penyebaran Covid-19 dan melindungi masyarakat.  publik dari risiko ancamannya.

  "Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19," jelas Menteri Agama di Jakarta, Sabtu (30/5).

  Menurutnya, surat edaran tersebut mencakup pedoman untuk pelaksanaan kegiatan keagamaan di tempat-tempat ibadah selama pandemi, yang biasanya dilakukan secara berjamaah atau secara kolektif.  Di dalamnya mengatur kegiatan inti keagamaan dan kegiatan sosial keagamaan di rumah ibadah, berdasarkan situasi nyata pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah, tidak hanya berdasarkan status Zona yang berlaku di daerah tersebut.

  "Meskipun daerah itu berada di Zona Kuning, jika ada kasus penularan Covid-19, rumah ibadah tidak dibenarkan untuk mengadakan ibadah bersama / secara kolektif," kata Menteri Agama.

Tidak ada komentar