Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

JAGO! Rangkap Jabatan Bupati Polewali Mandar Biar Apa Coba?

IndonesianPoint.com - JAGO! Yaah.. itu mungkin kata yang sangat populer semenjak periode kedua orang nomor satu di Kabupaten Polewali Manda...

IndonesianPoint.com - JAGO! Yaah.. itu mungkin kata yang sangat populer semenjak periode kedua orang nomor satu di Kabupaten Polewali Mandar ini kembali menjabat sebagai Bupati.

Andi Ibrahim Masdar (Bupati Polewali Mandar)

Bahkan tak hanya sekedar kata-kata. Orang nomor satu di Polman ini membuat kata-kata itu menjadi jargon yang sangat melekat di kalangan ASN dan seluruh jajaran ke-Dinasan di Polewali Mandar.

Emang sih kalau mendengar kata itu selalu akan ada tanya yang timbul, Apa maksud dari Jargon Jago itu dikeluarin oleh Andi Ibrahim Masdar?

Saya juga masih bertanya dalam kepala dingin saya, hmmm.. Gimana yah? Kalau ukuran keberhasilan Pembangunan yang ingin terlihat saya rasa belum lah pantas jargon itu dikeluarkan, begitu banyaknya persoalan yang belum terselesaikan menjadi tolak ukur ketidak tepatan Kata Jago itu dikeluarkan untuk menjadi Jargon utama dalam Pemerintah AIM di periode ke 2 ini.

Sebut saja beberapa daerah pelosok yang begitu masih tertinggal dari sisi pembangunan, Misalnya di wilayah Lenggo sana atau lainnya. Bergeser sedikit lagi di Ibukota Kabupaten Polewali Mandar saja pelayanan Kantor Kedinasan yang begitu banyak dikeluhkan, sebut saja misalnya Disdukcapil yang hampir setiap hari kita dapati pertengkaran mulut antar petugas dan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan Prima. Alih-alih dapat pelayanan eh malah dapat pertengkaran.

Bergeser sedikit lagi pada bagian pelayanan Kesehatan di RSUD Polewali Mandar yang juga nyaris setiap hari kita dapati pasien yang tak mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang baik. Salah satu kasus yang masih sangat segar kita ingat adalah Seorang bayi yang baru-baru ini meninggal di RS hanya persoalan kesalahan Prosedural pelayanan Kesehatan di RSUD Polewali Mandar, hingga mengundang sejumlah aktivis Mahasiswa dan sejumlah tokoh Masyarakat akhirnya menuntut paksa pencoporan Direktur RSUD Polman.

Hmm.. sekarang balik lagi yah.. Bapak bupati dua periode yang fenomenal di Polewali Mandar ini memang sungguh luar biasa kiprah dalam pemerintahannya, bahkan disaat kondisi genting seperti masih dalam Pandemi Covid-19 ini segala kemungkinan keputusanpun bisa diambil untuk melakukan percepatan. Salah satu contoh yang paling baru adalah ditengah kekosongan Direktur RSUD Polewali Mandar AIM dengan sigap mengambil alih jabatan Dirut yang kemudian berujung pada kritikan pedas dari beberapa Aktifis Mahasiswa dan Tokoh Politik serta sejumlah pakar pemerintah.

Ucuk-ucuk (Tiba-tiba) langsung diputuskan oleh beliau untuk jadi Plt RSUD Polewali Mandar, Ibarat kata tak ada Hujan Petirpun datang, Eh salah maksud saya Tak ada Mendung tiba-tiba hujan turun disertai petir.

Apa iyya, beliau ini sudah mikirkan dengan baik ngak yah? Jadi gimana donk kursi panasnya di Kantor kosong satu Polman? Bolak-balik donk beliau kalau mau layanin warganya di Kantor Bupati dan Pelayanan RSUD? Hmm... aku mulai mikir seperti apa hebatnya beliau dalam memimpin ini. Sungguh luar biasa menurut saya.

Saya juga sempat mendapat kabar dari salah seorang Junior di Sekolah dulu, melalui chat room facebook, bahwa Jabatan Bapak bupati ini sangat rawan akan penyalahgunaan wewenang sehingga tidak dibernarkan adanya jika seorang kepala Daerah rangkap jabatan (Informasi dari ketua IDI SulSel). Apakah tujuannya untuk mengamankan atau memperbaiki sistem didalamnya? Entahlah... Jika kamu bertanya, maka sayapun demikian.

Hemat pikir saya jika niatnya untuk menyelamatkan RS tersebut kenapa justru dengan cepat harus dia yang Rangkap Jabatan? Apa iyya Polewali Mandar udah tidak ada lagi Tenaga Kesehatan yang mumpuni untuk menjabat sebagai PLT atau Emang ada niat lainnya?

Entahlah, akupun juga bingung melihatnya semoga kata JAGO itu tak berubah menjadi JONGOS (Alias Zonk) di Kabupaten tercinta Polewali Mandar.

Tidak ada komentar