Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Viral! Ibu Hamil Hanya Satu Jam Saja, Lalu Lahiran

IndonesianPoint.com - Masyarakat gempar dengan insiden seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, melahirkan anak setel...

IndonesianPoint.com - Masyarakat gempar dengan insiden seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, melahirkan anak setelah hanya satu jam kehamilan, Sabtu malam lalu (18/7/2020). Bahkan, video bayi itu disiarkan langsung oleh akun Taofik Romdoni melalui jejaring sosial Facebook.



Tulisan yang diunggah tokoh masyarakat Desa Mandalasari menyebutkan kelahiran bayi laki-laki dengan proses kehamilan hanya satu jam bukan sembilan bulan. Bahkan, Mother Baby diakui berada dalam kondisi menstruasi.
"Subhanalloh Walhamdulillah Walaailaaha Illlalloh Walloohu Akbar
Ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Di mana Tuhan telah memberikan bayi laki-laki kepada suami dan istri dengan proses kehamilan satu jam tidak dalam waktu sembilan bulan.

Bahkan melahirkan pun sedang menstruasi.

Semoga menjadi anak yang saleh dan setia. Aamiin

Wallohu'alam, "Tulis Akun Taufik Romdoni.

Kejadian ini terjadi di Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu sekitar jam 9.30 malam. malam (18/7/2020). Dikenal Bunda Bayi bernama Heni Nuraeni (28) dan ayahnya Heri (35).

Heni mengaku mulai merasakan keanehan di perutnya pada pukul delapan malam. Awalnya, perut kanan mengeras diikuti oleh gerakan tidak teratur. Setelah satu jam, Heni merasakan bagal besar sampai akhirnya orang tua memanggil dukun beranak. Tepat pukul 21:30 seorang anak lelaki dengan berat lebih dari 3,4 kilogram dengan panjang 48 sentimeter lahir.

"Jadi, pada awalnya, ada sesuatu yang aneh di rumah. Perutku mengeras dan gerakanku dibawa ke rumah ayahku. Itu bagal satu jam kemudian dan dipanggil ke ovarium (dukun beranak) akhirnya melahirkan seorang anak, "kata Heni Nuraeni, Minggu (19/7) / 2020).

Heni mengaku belum pernah merasa hamil selama sembilan bulan, seperti kebanyakan wanita hamil. Selain mengalami keluhan tidak wajar seperti mengidam, Heni mengaku secara teratur menstruasi setiap bulan. Bahkan, ketika dia lahir dia juga mengaku sedang menstruasi.

"Saya tidak tahu bahwa saya hamil, saya mendapat menstruasi teratur setiap bulan juga, saya melahirkan saya ketika saya memiliki pembalut. Bahkan, anak kedua saya lahir, benar, Pak," jelas Heni.

Heni mengakui bahwa dia harus diperiksa oleh staf medis beberapa kali untuk rasa gatal, bukan kehamilan. Namun, petugas tidak pernah menyampaikan terkait kehamilannya. Bahkan, Heni minum antibiotik beberapa kali untuk menyembuhkan rasa gatalnya.

"Aku sama kayanya dengan yang lain, gatal-gatal. Aku periksa dengan paramedis, stetoskop tidak mengatakan ada bayi. Stetoskop seharusnya sudah mendengar perut bayi berdetak kencang," kata Heni.

Sementara itu orang tua Heni, Udin, tidak pernah berharap anak mereka akan hamil lagi. Selain tubuhnya tidak terlihat membesar, Heni juga tidak pernah mengeluh seperti wanita hamil. Faktanya, Heni baru saja melahirkan anak keduanya 19 bulan yang lalu melalui operasi sesar.

"Saya tidak berpikir anak saya hamil. 19 bulan yang lalu anak keduanya lahir. Bahkan, menggunakan operasi sesar sekarang kelahiran normal putranya besar," kata Udin, ayah biologis Heni.

Beberapa warga juga mengklaim bahwa mereka tidak pernah berharap Henry hamil. Heni, sering terlihat membonceng saudaranya di atas sepeda motor. Mencuci pakaian di toilet desa hingga berdagang kuliner dilakukan setiap hari.

Tidak ada komentar