Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Apa dan Bagaimana Peran Millenial Dalam Pilkada Tahun ini?

INDONESIANPOINT.COM - Generasi milenial secara statistik memang akan menjadi penentu utama dalam pemilu yang akan datang, bukan saja karena...

INDONESIANPOINT.COM - Generasi milenial secara statistik memang akan menjadi penentu utama dalam pemilu yang akan datang, bukan saja karena jumlah pemilih dari kelompok generasi milenial yang besar, tapi juga sudah banyak aktor-aktor politik dari generasi milenial yang muncul ke permukaan. Pilkada serentak diberbagai daerah menjadi bukti bagaimana generasi milenial menjadi penentu siapa yang terpilih dalam pilkada serentak tersebut.



Estimasi yang yang dilakukan oleh Alvara Research Center berdasarkan data BPS menunjukkan pada tahun 2019 penduduk Indonesia yang berusia diatas 17 tahun, yang memiliki hak pilih, berjumlah 191 juta jiwa, dan diantara mereka yang berusia 17 – 36 tahun berjumlah mencapai 85,4 juta jiwa atau 44,6%. Pemilih inilah yang kemudian masuk kategori pemilih muda (Gen Z dan Milenial)

Sebaran milineal

Bila dilihat secara kepulauan, pemilih milenial memang paling besar ada di pulau Jawa, karena memang secara struktur penduduk, 58% penduduk Indonesia ada di Jawa, perimgkat kedua ada pula Sumatera, dan berikutnya ada di kepulauan yang lain.

Bagaimana sebaran pemilih muda antar provinsi di Indonesia?, secara persentase terlihat bahwa justru provinsi-provinsi diluar Jawa yang memiliki nilai persentase pemilih muda lebih tinggi, terutama provinsi-provinsi di Indonesia Timur. Namun karena secara total jumlah pemilihnya rendah maka bila dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera, jumlah pemilih diprovinsi-provinsi tersebut masih kalah dengan jumlah pemilih muda di Jawa dan Sumatera.

Gurihnya jumlah pemilih muda ini menyebabkan berbagai aktor politik, baik partai maupun capres-cawapres berlomba-lomba untuk mendekati pemilih muda ini dengan harapan mereka akan meraup banyak suara mereka pada pemilu nanti. Berbagai aksi yang dilakukan oleh Sandiaga Uno dan pengangkatan Eric Thohir sebagai ketua Timses Pasangan Jokowi – KMA bisa kita baca bahwa nantinya pertarungan untuk memperebutkan suara pemilih muda akan sangat sengit dan seru yang lalu.

Sengitnya perebutan suara pemilih muda bisa kita lihat dari hasil survei nasional Alvara Research Center bulan Agustus 2018 yang menunjukkan perolehan suara antara dua pasang kandidat capres, Jokowi – KMA dengan Prabowo – Sandi bersaing sangat ketat di pemilih muda, terutama di pemilih Gen Z (usia 17 – 21 tahun). Selisih suara pasangan JKW-KMA dan Prabowo-Sandi dipemilih Gen Z sebesar 5,8%, selisih suara dipemilih milenial sebesar 16,3%, sementara selisih suara dipemilih Gen X sebesar 25,4%, dan selisih dipemilih Baby Boomer sebesar 17,2%.

Hal yang sama terjadi dengan elektabilitas partai politik, meski secara umum elektabilitas PDI Perjuangan lebih unggul dibanding partai-partai lain, namun elektabilitas Partai Gerindra lebih tinggi dibanding PDI Perjuangan dipemilih Gen Z dan bersaing ketat dipemilih milenial.

Lalu seperti apa proyeksi Pilkada serentak Tahun ini?
Mari membaca lebih jauh lagi tentang peran millenial dimasa sekarang. Prediksi saya bahwa dimasa yang akan datang semua lini pilkada akan banyak di isi oleh anak-anak muda Millenial. Kalau ini bisa direbut oleh salah satu kandidat maka bukan tak mungkin itu adalah pemenang dalam kontestasi politik selanjutnya.(jnr)

Tidak ada komentar