Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Pappasang Sebagai Penjaga Moralitas, Pembendung Radikalisme

Pappasang Sebagai Penjaga Moralitas Pembendung Radikalisme  D itanah Mandar Oleh Januar, S.Si INDONESIANPOINT.COM -  P ap p as a ng b...


Pappasang Sebagai Penjaga Moralitas Pembendung Radikalisme Ditanah Mandar Oleh Januar, S.Si
INDONESIANPOINT.COM Pappasang berasal dari bahasa Mandar yaitu kata Pasang“ yang berarti pesan  yang  harus  dipegang  teguh  dalam  masyarakat  sebagai  amanah,  bahkan merupakan wasiat yang harus dipatuhi dan diindahkan dimanapun seseorang itu berada.
Sebagai salah satu produk budaya yang sangat diagungkan oleh masyarakat Mandar, Pappasang mampu mengetahui hati dan pikiran yang memerintahkan supaya manusia dapat menggunakan akal sehatnya. Hal ini kemudian dimaksudkan agar masyarakat berbuat, patuh terhadap perasuran atau morma maupun menjungjung tinggi moralitas yang kesemuanya diharapkan agar memberikam semamagat hidup dalam kehidupan dan menjaga segala bentuk perilaku yang menyimpang dari luar budaya Mandar itu sendiri, sehingga dapat  menerjemahkannya kedalam usaha atau perilaku budi perkerti dalam kehidupan sehari-hari.
Pappasang Mandar mengamdung wasiat atau Amanat yang berisi petuah- petuah tetang ajaran moral, etika, dan budi pekerti yang luhur sesuai dengan tuntunan hidup masyarakat mandar dalam kehidupan sehari-hari. Berpegang teguh pada prinsip hidup yang ada, tingkah laku mereka akan searah kepada tujuan yang telah diperhitungkan baik buruknya sebelum melangkah lebih jauh.
Sebagai  suatu  warisan  budaya  pappasang  Mandar  menmgandung  berbagai ajaran yang moralistik.   kebudayaan   semacam ini  dipandang sebagai cara berkehidupan  ideal  mengenai  bagaimana  seseorang  harus  hidup  untuk  menjadi anggota  masyarakat  yank  baik  dan  diterima.  Disamping  itu,  merupakan  suatu norma  atau  hukum  yang  tidak  tertulis  yang  harus  dipelihara  dan  ditegakkan dalam  bentuk tindakan  atau  perilaku.  Orang memelihara  pappasang  akan  selalu terpandang dalam masyarakatnya atau mempunyai strata sosial tinggi sedangkan orang yang tidak mengindahkannya akan mendapat posisi terendah dalam hukum masyarakat, yang kemudian akan semakin mudah terpengaruh oleh berbagai macam faham yang tidak berasal murni dari tatanan kehidupan masyarakat Mandar itu sendiri.
Secara berkesinambungan atau turun temutun moral dalam Pappasang Mandar ini kemudian menjadi warna tersendiri dalam kehidupan budaya masyarakat Mandar. Setiap orang tua akan membekali anak-anaknya akan arti sebuah Pappasang leluhurnya dalam menjalani kehidupan dimasa yang akan dating selanjutnya di dunia ini.  Beragam Pappasang yang diteruskan oleh anak-anak atau generasi muda pelanjut yang terwujud dalam kalimat-kalimat pendek berupa kata-kata arif, ada yang berbentuk syair atau biasa disebut Kalindaqdaq dalam Bahasa Mandar adapula yang berbentuk cerita untuk memberikan pesan pembentukan karakter anaknya.
Menyadari pentingnya warisan budaya ini, maka penulis akan mengkaji kandungan moral dalam pappasang Mandar yang merupakan sebuah warisan budaya yang membentuk kepribadian, watak dan pada ujungnya generasi pelanjut akan mempunyai karakter moral, etika dan perilaku yang berkualitas, tangguh serta tak akan mudah terpengaruh oleh maraknya pengaruh faham-faham radikalitas yang berkembang akhir-akhir ini dalam kehidupan masyarakat.
Banyak diantara kita yang akan beranggapan bahwa peninggahalan atau falsafah pesan terdahulu kita akan lekang termakan waktu seiring dengan pergantian generasi yang akan datang, sehingga membuat segala bentuk peninggalan itu akan segera ditinggalkan. Maka dengan kekhawatiran itu salah satu hal yang penting untuk dilakukan adalah menggali dan menelusuri nilai-nilai budaya tradisional untuk diyakini sebagai falsafah di era modern yang kemudian bisa dijadikan salah satu langkah kongkrit yang dilakukan dalam upaya mempertahankan dan melestarikan peninggalan nilai budaya pendahulu kita hal ini menjadi penting mengingat budaya yang merupakan seni dimensi ruang dan waktu, yang berati bahwa seni budaya yang berkembang saat ini merupakan transformasi budaya yang telah ada sebelumnya akan berkembang seiring majunya peradaban.
Kebudayaan kini dipandang sebagai suatu hal yang dinamis, bukan suatu yang kaku dan statis, dulu kata kebudayaan diartikan sebagai sebuah kata benda, kini lebih sebagai sebuah kata kerja. Kebudayaan bukan lagi hanya sebuah koleksi barang-barang kebudayaan, kini kebudayaan terutama dihubungkan dengan kegiatan manusia yang membuat alat-alat, senjata-senjata, dengan tata upacara tarian-tarian dan mantra-mantra yang menemtramkan roh-roh jahat resepsi perkawinan dan sebagainya.
Arus globalisasi budaya dan universalisasi nilai-nilai yang didukung dengan kemajuan sains dan teknologi, mengikis bahkan menggilas nilai-nilai budaya lokal. Untuk itu adalah suatu keharusan melakukan kaji ulang tentang nilai-nila budaya secara kritis dan kreatif dengan mengapresiasi secara objektif sehingga tidak terjebak pada penyembahan masa lalu. Kearifan-kearifan masa lalu yang terwujud dalam budaya kehidupan masyarakat dijadikan salah satu acuan untuk mengenali diri sendiri  sekaligus demi merekayasa masa depan terutama dalam membentuk Moralitas Bangsa yang kemudian menjadi senjata masa depan untuk mencegah perilaku Radikalitas dalam kehidupan Berbangsa.
Masa lalu akan dapat mengantarkan manusia mendesain  masa  depan  yang lebih baik untuk itu sebuah langkah bijak bahkan sebuah keharusan untuk menelusuri perjalanan sejarah (kebudayaan) bangsa demi mengenal diri sendiri sehingga pijakan rekayasa masa depan dalam bentuk pembangunan masa depan Anak Bangsa akan tetap berada diatas koridor jati diri bangsa.
Pengertian Pappasang
Pappasang berasal dari Bahasa Mandar yaitu kata ’pasang’ yang berarti pesan yang harus dipegang teguh dalam masyarakat sebagai amanah, bahkan merupakan wasiat yang harus dipenuhi dan di indahkan dimanapun seseorang itu berada. Sedangkan pappasang menurut istilah merupakan petuah leluhur, yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan yang ada ditanah Mandar.
Petuah leluhur ini sebagai perekat persatuan dan kesatuan rakyat banyak, mempererat tali persaudaraan dan kekerabatan, baik yang ada didalam maupun yang ada diluar wilayah Mandar. Makna yang terkandung dalam pappasang adalah petunjuk tentang apa yang mesti, apa yang harus, apa yang boleh dikerjakan, dan apa yang dilarang dikerjakan.
Kalau kita kaji lebih dalam pappasang ini merupakan ajaran moral yang sangat ideal mengenai bagaimana seseorang harus hidup menjalin hubungan antar sesama manusia dan menjalin hubungan dengan pencipta-Nya. Maka hal  penting yang harus kita ketahui bahwa persfektip pappasang harus ditopang oleh 3 hal yaitu :
1. Nasihat orang Tua atau Amanah
2. Kejujuran sebagai moral pappasang
3. Nilai Perilaku Sosial.
Pappasang Mandar mengandung wasiat atau amanat yang berisi petuah- petuah tentang ajaran moral, etika dan budi pekerti yang luhur sesuai dengan tuntunan hidup masyarakat Mandar dalam kehidupan sehari hari. Berpegang teguh pada prinsip yang ada, tingkah laku mereka akan terarah kepada tujuan yang telah diperhitungkan baik buruknya sebelum melangkah lebih jauh. Sebagai suatu warisan budaya pappasang Mandar mengandung berbagai ajaran yang moralistik yang kemudian terus dijaga dan diyakini membentuk karakater sesungguhnya generasi Masyarakat Mandar.
Kebudayaan semacam ini dipandang sebagai cara berkehidupan ideal mengenai bagaimana seseorang harus hidup untuk menjadi anggota masyarakat yang baik dan diterima. Disamping itu, merupakan suatu norma atau hukum yang tidak tertulis yang terus dipelihara dan ditegakkan dalam bentuk tindakan atau perilaku. pappasang adalah patron kebudayaan yang menjadi akar dari Budaya-budaya Mandar yang lain, Budaya-budaya seperti sibali parriq, pelaksanaan Aqiqah dan berbagai Kebudayaan lainya serta Kearifan lokal merupakan salah satu pengadopsian dari budaya dan intisari pappasang yang memberikan wasiat agar segala sesuatu yang telah dibangun oleh Pendahulu kita harus dilestarikan serta dijaga keberadaannya dalam masyarakat membentuk karakter generasi selanjutnya agar tetap selalu sesuai dengan hal yang disampaikan oleh para Leluhur di tanah Mandar melalui pappasang. 
            Secara berkesinambungan atau turun temurun moral dalam pappasang Mandar ini mewarnai kehidupan budaya masyarakatnya. Setiap orang tua membekali anak-anaknya akan arti pappasang dalam menjalani kehidupan dunia ini. Berbagai ragam pappasang yang diteruskan kepada generasi muda pelanjut yang berwujud kalimat-kalimat pendek berupa kata- kata arif, dan yang berbentuk syair atau kalindaqdaq dalam bahasa Mandar dan adapula yang berbentuk cerita.
Menyadari pentingnya warisan budaya ini, maka  didalamnya  tersirat moral dalam pappasang Mandar sebuah warisan budaya yang membentuk kepribadian, watak dan pada sebagian generasi pelanjut mempunyai moral, etika, dan karakter. pappasang adalah sejenis sastra Mandar yang mengandung nilai-nilai kehidupan  positif, khususnya nilai-nilai kejujuran. Pappasang masih digunakan dan dipelihara  oleh sebagian  besar  masyarakat Mandar untuk menyampaikan  kebijaksanaan  hidup  sastra dan berfungsi  sebagai sarana pendidikan yang dapat membentuk esensi perilaku manusia dan menjaga dari perilaku estrememisme seperti Radikalisme.
            Pappasang sebagai nasihat orang tua terhadap anak- anak sudah menjadi hal yang mutlak kita temui didalam kehidupan masyarakat Mandar seorang anak yang bermoral pasti mengetahui kewajibannya terhadap orang tuanya yaitu harus berbakti dan berbuat baik kepada semua orang terutama kepada orang tuanya sendiri sesuai dengan kadar normalitas masyarakat yang ada. Pappasang disini berdiri sebagai pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anak cucunya berupa nasihat-nasihat agar mempunyai sikap baik terhadap kehidupan dan diharapkan bertingkah laku yang baik serta berjiwa luhur dalam masyarakat, selain sebagai pembentuk citra perilaku yang tak kalah pentingnya adalah agar dapat membentuk luhur murni dari seorang generasi anak Mandar yang tidak akan mudah dipengaruhi oleh perubahan zaman seperti saat ini.         
 Didalam pappasang dibutuhkan yang namanya sikap kejujuran yang didalam bahasa Mandar kita kenal dengan atonganan’ didalam budaya Mandar kejujuran adalah salah satu faktor yang sangat mendasar didalam kehidupan. Terabaikannya nilai-nilai pappasang didalam kehidupan dapat menimbulkan keresahan dan kegelisahan dan penderitaan dalam masyarakat karena pappasang ini merupakan sesuatu yang penuh dengan nilai-nilai yang memiliki makna dan dampak yang besar didalam kehidupan jika tidak di dengarkan atau disepelekan.
            Budaya pappasang sudah lama ada di tanah Mandar sebelum masuknya Islam di tanah Mandar. bagi warga suku Mandar, yang sebagian masyarakatnya mendiami daerah Sulawesi Barat. Pappasang adalah sesuatu yang sangat penuh makna dan sudah  seharusnya senantiasa diperkenalkan dan dijaga  keasliannya. Adanya budaya pappasang di tanah Mandar itu adalah  sesuatu  yang  harus  disyukuri  secara khusus oleh kalangan orang Mandar, secara mutlak menekankan kepada anak-anaknya serta senantiasa menyampaikan pappasang agar mereka dapat membedakan hal-hal duniawi yang tidak berasal dari nenek moyangnya, namun tidak menyepelekan hal yang mencakup agama dan normalitas di dalam bermasyarakat serta mengedepankan persaudaraan dengan satu kata kunci yang sakral di tanah Mandar yaitu mesa kanneq itau (Satu asal nenek moyang) kalimat itu merupakan satu perspektif yang harus selalu dijaga dan di indahkan agar jalan kehidupan selalu berada pada jalan yang benar, di dalam konsep pappasang ada tiga nilai pokok yang senantiasa mendasari hal ini yaitu Nilai religius,  Nilai moralitas dan Nilai sosial.
1.         Nilai Religius Pappasang
   Nilai agama yang terkandung didalam  pappasang   adalah   bersumber dari Agama Islam yang meliputi dari kaidah-kaidah agama tersebut. Rukun islam dan rukun iman di samping itu juga di tentukan berbagai nasehat cara membina hubungan sesama makhluk Allah SWT, maksudnya adalah dalam sebuah konsep pappasang nilai religius juga menjadi satu pijakan utama didalam ranah Masyarakat, bahwa dalam masyarakat Mandar pappasang haruslah berlandaskan pada nilai-nilai Agama. Karena hal itu pula yang kemudian mengandung makna bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang kita kerjakan dan kita lakukan tidak lepas dari yang namanya konsep ajaran agama yang kemudian terus dijaga oleh generasi pelanjut Masyarakat Mandar hingga saat ini. Contoh pappasang  yang mengandung nilai religius.
 Peq issanggi tongattongang mannassana sambayang battena, innai – innai tau makke’deang sambayang  iamotu.u mappake’de agama anna’ inna – innai tau mappanginoang sambayang iamotu,una marrupuq – ruppuq agama.

Terjemahan : "Ketahuilah bahwa sesungguhnya shalat adalah tiang agama barang siapa yang mendirikan shalat berarti ia telah menegakkan agama dan barang siapa mempermainkan shalat itulah orang yang akan menghancurkan agama”.
2.    Nilai Moralistis Pappasang
            Nilai moral pada pappasang adalah suatu kejelasan yang seharusnya selalu kita dengarkan dan dijadikan sebagai suatu pola fikir utama. Nilai moral pada pappasang merupakan sesuatu yang memiliki cakupan luas diantaranya senantiasa mengusahakan berada pada jalan kebenaran, memiliki rasa tanggung jawab, memiliki sikap jujur serta menghormati dan menghargai  perbedaan yang ada.
Kehidupan moral adalah ukuran yang terbaik tentang tindakan manusia dalam kesatuan sosial manusia tertentu, selalu membicarakan tentang bagaimana memandang tingkah laku manusia yang akan berpengaruh langsung pada pola perilaku dan pemikiran dalam menjalani hidup. Secara lokal dibentuk oleh etika dan lebih bersifat praktik yang kemudian terlihat langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai moral pappasang dapat dipahami sebagai moral pappasang adalah segala sesuatu penggambaran kehidupan manusia dan problematika manusia khususnya masyarakat Mandar. Moral dalam pappasang masih menjadi anutan masyarakat Mandar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, nilai-nilai luhur pappasang kurang diminati. Hal ini disebabkan karena semakin kuatnya pengaruh budaya asing dalam kehidupan dan pergaulan mereka. Jika keadaan ini tidak di antisipasi atau dicegah, kemungkinan pappasang akan musnah dari kehidupan budaya masyarakat Mandar.
            Pappasang tergolong sastra lama yang sarat dengan makna dan mengandung ajaran hidup sebagai bagian dari kebudayaan timur mempelajari karya sastra lama berarti mempelajari kebudayaan sendiri, kebudayaan yang diwariskan nenek moyang kita yang mulai tergeser oleh perubahan zaman. Oleh karena itu, panggilan sastra daerah perlu terus menerus dilaksanakan agar tidak hilang oleh pengaruh kebudayaan luar yang akan merusak kebudayaan ketimuran yang dimiliki oleh bangsa kita. Sebagian masyarakat di tanah Mandar menilai moral pappasang sudah ketinggalan zaman karena peninggalan masa lampau tidaklah sepenuhnya benar. Akan tetapi, berdasarkan hasil observasi lapangan yang dinyatakan oleh sebagian besar Budayawan masyarakat Mandar bahwa pappasang di dalamnya  banyak nilai luhur moral yang sangat tepat dan cocok diterapkan pada masa sekarang ini. Terutama pada era globalisasi yang cenderung menjerumuskan generasi muda. Dengan penggalian moral pada pappasang, diharapkan generasi muda dapat menangkal semua dampak negatif dari kemajuan peradaban moderen. Contoh pappasang yang mengandung nilai moralistik.
Tuoq-o diwaona lino Asseq-I sipaq tau pakarayai padzammu rupa tau paiyai oiya pataniai otania moaq polei polena annaq diang pogereang barona  gereq datondonna.
Terjemahan: Engkau hidup di atas dunia pegang teguhlah nilai kemanusiaan Hormati sesamamu manusia Benarkan yang benar salahkan yang salah bila suatu waktu Ada yang akan disembelih sembelihlah di lehernya jangan di tengkuknya.
3.    Nilai Sosial Dalam Pappasang
            Didalam pappasang terdapat juga nilai sosial yang dimana hal ini memuat tentang aturan sosial yang berkembang  didalam masyarkat. Nilai sosial adalah norma yang sudah melekat sejak lama didalam masyarakat Mandar yang sudah disepakati bersama serta di indahkan.Norma sosial merupakan aturan yang tidak tertulis didalam masyarakat  yang dimana hal ini didasari  oleh kesepakatan yang mutlak dari seluruh Elemen-elemen masyarakat dan hal ini bersipat tidak dapat dipermainkan apalagi untuk dilanggar atau disepelekan. karna sudah menjadi aturan yang paling mendasar didalam khalayak masyarakat luas di tanah Mandar.
            Contoh pappasang yang mengandung norma  sosial didalam masyarakat Mesa bamba mesa toi kedzo mate sammateang tuo sattuoang inai-nai mamboeq pura loa marrusaq allewuang andiang towomi tia nanasayangngi litaq nasumbaling towomi tia meq-ita tama.
TERJEMAHAN: Satu kata dan satu perbuatan mati sama-sama hidup sama-sama Barangsiapa yang ingkar janji merusak persatuan Dia tidak akan disayangi masyarkat Dia akan berada diluar melihat masuk.
            Perkembangan dan kemajuan teknologi menyebabkan pergeseran nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat. perkembangan itu seiring dengan pergeseran nilai-nilai moral yang selama beberapa dekade tetap menjadi filter terhadap pengaruh dari kebudayaan yang ingin mengubah kultur budaya yang tentunya mengubah kebiasaan atau etika yang terdapat didalam masyarakat. Mendalami moral yang terdapat dalam pappasang, terkesan mundur kebelakang atau kembali keperadaban kuno. hal ini, dirasakan oleh sebagian generasi muda sebagai pelanjut terhadap nilai khas pada masyarakat termasuk nilai moralitas yang termuat didalam pappasang.faradigma tersebut menjadi sumber perhatian bagi seluruh lapisan masyarakat dengan satu pertanyaan mendasar akankah kita  kehilangan jati diri kita dan membiarkan kultur budaya asing menggantikan kebudayaan kita sendiri, dan akan bagaimanakah nasib bangsa ini ketika kultur budaya sendiri terasa asing.
            Keberadaan moral pappasang awal dari sikap tingkah laku seseorang menunjukan sikap moral yang tinggi dan ditandai oleh perbuatan yang dilakukannya dengan apa yang disebut dengan norma-norma yang hidup dan berlaku bagi masyarakat. Dan apabila di dalam perkembangan bangsa yang tidak  lagi berpegang teguh pada prinsip budayanya, moral, akan menjadi bangsa yang kehilangan jati dirinya menjadi bangsa yang liar, jauh dari kultur bangsa yang notabenenya adalah bangsa yang arif, sopan santun dan bangsa yang menjujung tinggi adat, kejujuran dan kesopanannya. Salah satu karya sastra tradisional Mandar berupa pesan yang mengandung jalan hidup didunia maupun di akhirat. pappasang mempunyai makna yang dalam sehingga setiap orang tua di Mandar membekali anak-anaknya sebagai penerus, menjadi pegangan atau prinsip  menjalani hidup. pappasang Mandarpun juga ada didalam kalindaqdaq, kalindaqdaq, merupakan ungkapan yang sangat sopan, santun, patut dan pantas dijadikan sebagai media pembelajaran dan nilai-nilai yang dikandung didalammnya berupa nasihat orang tua, kejujuran dan nilai religius.
            Moral dan pappasang masih menjadi anutan masyrakat Mandar dalam kehidupan bermasyrakat. Namun, nilai-nilai luhur pappasang kurang diminati hal ini disebabkan karna makin kuatnya pengaruh budaya asing dalam pergaulan kehidupan mereka. Sehingga kultur budaya pappasang sebagai kebudayaan asli masyarakat Mandar semakin ditepihkan oleh alur perkembangan zaman. Dari waktu ke waktu kebudayaan di setiap daerah semakin menipis karna sebagian nilai luhur dalam aktivitas manusia tidak lagi mengenal yang namanya kebudayaan. padahal kebudayaan di tanah Mandar khususnya di bumi tipalayo sudah lama ada dan berkembang sebelum islam datang ke tanah Mandar.
          Untuk melestarikan moral dan budaya pappasang hendaknya setiap tindakan atau perbuatan selalu berpegang pada aturan-aturan atau norma dalam kehidupan kita sebagai bangsa indonesia yg menjunjung tinggi nilai moral dan budaya didalam kehidupan. Sehingga, setiap gerak langkah masyarakat menjadikan pesan pappasang sebagai acuan dalam bentuk perbuatan kita berbangsa dan bernegara. pemerintah hendaknya pro aktif dalam melestarikan budaya bangsa terutama budaya daerah. pelestarian dapat dilakukan dengan pemberian penghargaan terhadap setiap peneliti budaya daerah seperti pappasang sehingga menimbulkan respon positif terhadap peneliti dan pelestarian budaya. Nilai-nilai luhur moral pappasang mengandung nilai budaya yang tetap harus dipertahankan kepada generasi muda dan diteladani perwujudannya dalam sehari-hari. sedangkan nilai yang tidak pada tempatnya supaya di salurkan menjadi suatu yang positif.
Pappasang dalam kaitannya dengan pendidikan moral dan membentengi perilaku Radikalitas kekinian tidaklah hanya berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk saja, melainkan tanggup jawab moral yang harus dimiliki oleh setiap manusia. akhirnya secara rasional konsep pappasang menjadi sesuatu unsur budaya yang sangat penting di dalam masyarakat karena di dalamnya terkandung moral yang memuat ajaran tentang baik dan buruknya perbuatan dan perbuatan itu juga akan mendapat tempat untuk dapat mencapai tujuan yaitu terwujudnya manusia yang dewasa dari segi moral dan  moral pappasang Mandar,mempunyai makna yang dalam sehingga orang tua di Mandar membekali anak-anaknya sebagai penerus, menjadi pegangan atau prinsip dalam menjalani hidup.
            Keberadaan pappasang di dalam masyarakat Mandar itu menjadi suatu kebudayaan yang mampu mengungkap sikap moralitas yang tinggi di dalam kehidupan masyarakat Mandar yang di tandai oleh perbuatan yang dilakukannya dengan apa yang disebut dengan norma - norma yang hidup dan berlaku bagi masyarakat itu sendiri. Dan apa bila didalam kehidupan perkembangan bangsa yang tidak lagi memegang teguh prinsip budayanya, maka akan menjadi bangsa yang kehilangan jati dirinya.
   Konsep pappasang yang diterapkan didalam masyarakat Mandar berperan sangat penting dalam kehidupan dalam hal menjaga normalitas dan kultur budaya Mandar yang selalu mengedepankan cara bersikap dan mendengarkan petuah-petuah masyarakat terdahulu. Dari hasil observasi lapangan konsep pappasang sangatlah berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari. bagi masyarakat yang dapat menjaga serta menerapkan prinsip pappasang didalam kehidupan maka dia akan mampu meningkatkan dan menjaga kultur budaya pappasang yang mengandung banyak makna ini dan dijadikan sebagai acuan hidup yang harus selalu terpelihara dan dilestarikan keberadaannya didalam masyarakat. Karena perlu kita tahu kebudayaan itu adalah alat transformasi menuju keperadaban baru namun tidak perlu menepihkan kebudayaan yang sudah lama ada.
Makna yang terkandung dalam Pappasang adalah petunjuk tentang apa yang mesti dilakukan apa yang harus, apa yang boleh dikerjakan dan apa yang dilarang untuk dikerjakan.
Jadi tegasnya, Pappasang adalah warisan yang diturunkan oleh orang tua kepada cucunya agar selalu diingat sebagai amanah yang perlu dipatuhi dan dilaksanakan sebagai asas dasar kepercayaan diri sendiri disertai rasa penuh dengan tanggung jawab sekaligus sebagai pembendung segala bentuk pengaruh faham-faham yang diluar yang akan meruskan tatanan kehidupan.


Tidak ada komentar