Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Dari Mangkuk Ayam Jago Jadi Brand Polewali Mandar, Apa Hubungannya?

IndonesianPoint - Sejak awal saya mulai berpikir dan isi kepala saya seluruhnya agak merontah mencoba untuk menganalisa ketika Jargon "...

IndonesianPoint - Sejak awal saya mulai berpikir dan isi kepala saya seluruhnya agak merontah mencoba untuk menganalisa ketika Jargon "JAGO" digunakan oleh salah satu kepala Daerah yaitu Kabupaten Polewali Mandar.

Foto ilustrasi hanya pemanis yang bersumber dari skeletonwatchmart

Usut punya usut sayapun berusaha mencari tahu dan mulai googling, kuambil gitar lalu mulai kumainkan (eh maksuda saya kuambil Laptop lalu mulai ku ketik "Pemilik Brand Ayam Jago") dan benarkan seperti dugaan saya!

Kalian mau tahu apa yang saya temukan di rumah mbah Google?

Begini sejarahnya!

Ternyata penggunaan Brand Ayam Jago itu sudah digunakan sejak Kekaisaran Dinasti Ming. Namun banyak juga peneliti yang berpendapat bahwa mangkuk Ayam Jago Berjenger Merah ini berasal dari Negeri Gajah Putih,Thailand.

Di katakan bahwa mangkuk Ayam Jago Berjenger Merah itu disebut ,mirip ayam hutan Gallus ayam gallus yang telah lama diternakan dan dibudidaya sejak 8000 SM.

Pada tahun 5300 – 4300 SM, telah ditemukan juga artefak atau fosil dari ayam Gallus gallus di Cina.dan Selanjutnya menyebar ke negara India tepatnya di lembah Indus pada tahun 2500-3000 SM. Dan berita yang paling baru di temukan juga di Yunani pada tahun 409.

Dari mana mangkuk si Ayam Jago Berjenger Merah itu berasal, tidak usah terlalu di pikirkan, yang penting mangkuk itu telah banyak berjasa bagi pedagang di Indonesia, pedagang bakso, mie ayam, soto dan jajaanan lainnya. Dan ayam juga dari dulu sampai sekarang tetap menjadi hewan yang paling sering untuk diolah menjadi bahan makanan, dan juga menjadi Ayam aduan di Thailand dan Philipin.

Balik lagi penggunaan kata Jago di Pemerintahan AIM.

Pada periode keduanya ini, saya sampai sekarang mungkin belum faham secara mendalam dibalik penggunaan kata tersebut, namun kalau kita coba menggali secara dalam kemudian kita kaitkan dengan penggunaan Brand Ayam Jago pada Mangkuk Si Ayam Jago Berjenger Merah yang ada di mangkuk tersebut ternyata dalam budaya China kuno melambangkan kelancaran rezeki. 

Mungkin sering terdengar kata pepatah yang mengatakan manusia harus bangun pagi supaya rezekinya tidak dipatuk Ayam. Tentunya lewat lukisan Ayam jago berjenger merah tersebut para pedagang berharap bisa mendapatkan rezeki yang lapang.

Hemat pikir saya Orang nomor satu di Polman ini juga menginginkan wilayahnya tumbuh subur dan rakyatnya makmur karena berlimpahan rejeki, selain itu mungkin asumsi saya juga agar kerja anak buahnya juga bisa bangun pagi-pagi untuk melayani Masyarakat. Namun ternyata sungguh disayangkan selama penggunaan Brand Jago itu keluhan demi keluhan terus terdengar dari Masyarakat, terutama disalah satu dinas yang saat ini lagi banyak dikeluhkan adalah Disdukcapil.

Nyaris tiap hari didapati pertengkaran mulut antara petugas layanan Disdukcapil dengan warga, bukan tak bersalasan kejadian itu terlihat, sayapun salah satu orang pernah mengalami langsung kejadian tersebut pada saat ingin membuat KTP pergantian menjadi Elektronik saat itu. 

Selain itu maraknya isu SKSD (Siapa Kencang Siapa Duluan) artinya siapa kencang jaringannya (kedekatannya) maka dia yang akan dilayani secara cepat, begitu terdengar bisik antar warga.

Sekarang saya serius pembahasannya, Gimana Nasib Pemilik Brand Ayam Jago?
Di Indonesia mangkuk yang berlukiskan ayam tersebut ternyata tidak sulit dicari, di toko yang menjual barang-barang rumah tangga wadah (mangkuk) ini pun dijual dengan harga yang terjangkau, berkisar antara 10 ribuan saja per buah.

Dan dihimpun dari berbagai sumber yang kami dapat, ternyata gambar ayam tersebut memiliki makna kemakmuran itu sampai sekarang saya juga tidak siapa yang punya.

Hingga akhirnya tuntutan itupun tak terjadi dilayangkan ke AIM, karena ternyata Brand Ayam Jago sudah mati dipasaran karena terdengar kabar bahwa beberapa warga protes kepada pemilik brand yang menyatakan bahwa barang siapa yang memiliki Mangkuk tersebut akan mendatangkan Rezki ternyata hanya Hoax, Bahkan beberapa warung terlihat sudah tidak menggunakan Mangkuk tersebut.

Semoga Hoax-nya Logo Brand Ayam Jago tersebut juga tidak terjadi pada pemerintahan AIM selama menjabat pada periode ke 2 ini kedepannya. Menarik untuk kita tunggu hasilnya.

Sejak Kolom tulisan ini diterbitkan saya juga tidak tahu jelas seperti apa penyelesain sengketa Brand Jago tersebut karena ternyata tulisan ini hanya Prank bagi pembaca.

1 komentar