Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Tanggapi Pernyaatan Bupati, Ridwan: Sebaiknya Bapak Bupati yang Terhormat Jangan Anti Kritik

INDONESIANPOINT.COM , Polewali Mandar, - Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Polman kembali menanggapi pernyataan Bupati Polewali Mandar yang me...

INDONESIANPOINT.COM, Polewali Mandar, - Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Polman kembali menanggapi pernyataan Bupati Polewali Mandar yang menyebutkan salah satu Kader HMI dengan diksi 'Bodoh' pada beberapa media online yang tersebar saat ini.(15/08/2020)

Muhammad Ridwan Saat menyampaikan tuntutan di depan Kantor Bupati Polewali Mandar

Dikonrfimasi melalui saluran media sosial WA salah satu Kader HMI yang juga Korlap (Koordinator Lapangan) pada saat aksi memberikan penjelasan bahwa untuk memahami secara holistik kasus yang terjadi pekan lalu harusnya Bupati melihatnya secara utuh semua tuntutan yang kami bawah.
"Kami datang membawa tuntutan terkait problem yang terjadi dilapangan, namun lontaran kata bodoh yang dikeluarkan bapak Bupati, bukan karena kami tak memahami apa yang kami bawa." Ungkap Ridwan
Namun hanya karna menyangga kalimat bapak bupati yang tak membaca secara tidak utuh tuntutan mahasiswa, yang akhirnya di distorsi menjadi problem etika. Itupun etika versi nya sendri. "dia merekok di depan kita" ini kira kira kutipan bapak yang terhormat, yang mereka permasalahkan.

Ridwan juga kemudian menyampaikan bahwa hal yang lebih substansi harusnya ditanggapi oleh bapak bupati dalam hal ini mengatakan bodoh kepada korlap aksi, mestinya bapak bupati tidak menunjukkan hal tersebut.

"Jika memang bupati ingin menunjukan sikap seorang pemimpin yang humanis mestinya menjawab secara terbuka tuntutan mahasiswa" Tegasnya

Berikut Tujuh point substansi tuntutan Aksi demonstrasi HMI yang sempat disampaikan pada aksi-aksi sebelumnya :

  1. Tentang Direktur RSUD yang mestinya didefenitifkan.
  2. Tentang Kabid pelayan yang mesti di evaluasi
  3. Membuka secara gamblang anggaran refocusing .
  4. Mengevalusi Program apa saja yang telah dilakukan tim satgas.
  5. Apakah program itu terukur ,tak tumpang tindih dengan aspek ekonomi dan sosial .
  6. Sejauh mana pengadaan ruangan ,alkes dan tim medis di siapakan 
  7. Bagaimana sikap pemerintah terhadap oknum di RSUD jika rapid test yang masih tak sesuai harga di bayarkan oleh masyarakat (Data) Dan apakah penggeratisan terhadap beberapa katergori dalam perbup itu tak bermain-main.

Menjadi penting dipahami bahwa lokus dalam problem ini adalah apa yang dijelaskan diatas, adapun perihal kata bodoh, tindakan represif serta tudingan Mahasiswa ditunggangi juga perlu diluruskan,
"Karena kami tak ingin kelak akan diperhadapkan dengan anggapan praktis terhadap gerakan mahasiswa, serta saya sesungguhnya rindu terhadap sikap humanis dan jiwa kepemimpinan yang kuat oleh pejabat publik, kata bodoh jangan menjadi cerminan tidak mampunya pejabat publik berkomunikasi dengan baik" Tambah Ridwan
Pak bupati dalam hal ini tak boleh terkesan anti kritik dalam sistem demokratis, mengatakan 'anjing menggonggong kafilah berlalu' adalah menghina suara rakyat, apakah meneriakkan kebenaran adalah suara gonggongan anjing yang berlalu, saya harap hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan.

Untuk itu saya katakan dengan tegas kami tak akan berhenti jika tuntutan kami tak diterima.

"Sebaiknya bapak bupati yang terhormat jangan anti kritik, karna itu adalah antitesa dalam negara demokrasi pungkas Muhammad Ridwan yang akrab disapa Kidu".

Tidak ada komentar