Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

100 Dokter Meninggal Dunia Karena Virus Corona, Jokowi Menyampaikan Belasungkawa

Foto ilustrasi sumber istimewa INDONESIANPOINT.COM - Sebanyak 100 dokter meninggal karena virus Corona (COVID-19). Presiden Joko Widodo...

Foto ilustrasi sumber istimewa

INDONESIANPOINT.COM - Sebanyak 100 dokter meninggal karena virus Corona (COVID-19). Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun turut menyampaikan belasungkawa. Juru bicara kepresidenan, Fadjroel Rachman menyampaikan belasungkawa melalui keterangan tertulis, Rabu (2/8/2020).

Fadjroel mengatakan, Jokowi pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga medis. “Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada tenaga medis yang meninggal dunia (Selasa, 1/9) di Istana Bogor.

Presiden juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tenaga medis yang bekerja sangat keras dan sangat baik sejak pandemi COVID-19 melanda. Indonesia., Berjuang tanpa ada batasan, dengan penuh dedikasi dan profesionalisme, ”kata Fadjroel.

“Presiden kembali menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya, termasuk kepada keluarga yang ditinggal, agar dapat terus dijelaskan,” imbuhnya. Fadjroel mengatakan, Jokowi tak lelah mengingatkan seluruh masyarakat agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Sebab, kata dia, hal itu bisa meringankan pekerjaan tenaga medis yang tengah bergelut dengan COVID-19.

 “Presiden tanpa lelah mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk memudahkan kerja tenaga medis. 'Ayo pakai masker!' seru Presiden Joko Widodo, ”kata Fadjroel. 

Saling mengingatkan, kerja sama nasional dan kemanusiaan, kata Fadjroel, menjadi kunci disiplin penanganan pandemi Covid-19. Selain itu, juga merupakan kunci pemulihan ekonomi nasional demi keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

Presiden juga menegaskan tiga strategi pemerintah untuk menyediakan vaksin COVID-19: 1. Pencarian vaksin yang diproduksi oleh pihak manapun di dunia; 2. Kerjasama penelitian dan produksi biofarma, perguruan tinggi, lembaga dalam dan luar negeri; 3. Merah-dan -penelitian vaksin putih. oleh Institut Eijkman untuk Biologi Molekuler, "katanya.

Lebih lanjut Fadjroel mengatakan, masyarakat merupakan garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, disiplin masyarakat menjadi kunci agar tenaga medis di rumah sakit tidak kewalahan.

“Pemerintah mengajak setiap orang untuk disiplin dalam memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak agar rumah sakit dan tenaga medis tidak kewalahan menangani pasien Covid-19, dan ini akan berdampak buruk bagi tenaga medis. di garda terdepan memutus rantai penyebaran Covid-19, ”ujarnya.

Tidak ada komentar